Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Inf. Immanuel Ginting bersama Kadis Pertanian Provinsi Sultra dalam penanaman padi serentak di Kelurahan Atari Indah Kecamatan Lalembuu Kabupaten Konsel, Senin (19/09).

Konsel, Metropol – Produksi padi sawah di Sulawesi Tenggara dalam kurun waktu setahun terakhir ini naik dua kali lipat. Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf. Immanuel Ginting, SE saat memberikan sambutan pada acara Tanam Padi Serentak di Kelurahan Atari Indah Kecamatan Lalembuu Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Senin (19/09) kemarin.

Lanjut Danrem 143/HO, keberhasilan panen padi dua kali lipat dalam setahun tersebut merupakan buah dari keseriusan, sinergitas dan kemitraan yang baik antar semua stake holder yang terlibat dalam upaya khusus ketahanan pangan di daerah ini.

“Sebelumnya produksi padi di Sultra hanya 3-4 ton/ha, kini sudah mencapai 5-7 ton/ha. Bahkan ada yang 8 ton/ha,” kata Kolonel Inf. Immanuel Ginting.

Selain itu kata Dia, operasioanalisasi pencapaian target di lapangan benar-benar dilaksanakan secara  menyeluruh yang meliputi perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, bantuan traktor dan alsintan lainnya yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen termasuk kepastian pemasarannya. “Serta ketersedian benih unggul yang tepat  baik jenis ataupun varietas, dan waktu tanam yang sesuai,” ujarnya lagi.

Dikatakannya pula, optimalisasi peran TNI, khususnya TNI Angkatan Darat dalam Upsus tersebut dimulai sejak ditandatanganinya MoU antara Menteri Pertanian RI dengan Panglima TNI pada tahun 2014 lalu. “Bahwa seluruh Babinsa akan membantu petani agar program swasembada pangan ini dapat terwujud pada tahun 2017 mendatang,” katanya lagi.

Ditambahkannya dalam kegiatan tanam padi serentak kali ini, Korem 143/HO beserta seluruh jajarannya melaksanakan kegiatan di 7 Kabupaten berbeda dengan total lahan 183 hektar. “35 ha di Kolaka, 42 Ha di Kolaka Utara, 52 ha di Kolaka Timur, 41 ha di Buton, 11 ha di Muna Barat, 1 Ha di Konawe dan 1 ha di sini (Konawe Selatan red),” urainya.

Dijelaskannya manfaat dari kegiatan tanam serentak bagi petani adalah dapat memutus siklus hidup hama dan  penyakit tanaman, memudahkan pengaturan irigasi, memudahkan pendistribusian sarana produksi dan mengefisienkan penggunaan alat dan mesin pertanian. “Serta kerja sama dengan pihak luar akan terjadwal karena semua tahapan mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen akan terpantau” jelasnya.

(M.Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :