Ardi Bin Ilya, pelaku KDRT dan asusila anak tiri HL

Lebak, Metropol – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia masih menjadi sebuah viral. Tetapi akan tidak bermoralnya, jika seorang bapak, Ardi Bin Ilya melakukan kekerasan dan pemerkosaan terhadap anak tirinya sendiri HL (18).

Kanit Reskrim Polsek Panggarangan, Aiptu Yanna, SH., saat dikonfirmasi Metropol diruangannya, Rabu (26/4) menjelaskan, sesuai LP/07/IV/2017/Banten/ResLbk/Sek Pgr., tertanggl 7 April 2017 tentang dugaan tindak pidana perbuatan kekerasan dan persetubuhan, Ardi terpaksa harus diamankan oleh pihaknya.

Lanjutnya, dugaan persetubuhan kepada HL dilakukan pada tahun 2015 lalu. Sementara kekerasan dan penganiayaan terjadi pada Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 17.00 WIB., bertempat di Kampung Pasirkanyere, Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan

“Tersangka kini dikenakan Pasal 44 (2) UU. No.23/2004 tentang KDRT dan Pasal 76e UU. No.35/2014 atas perubahan Pasal 82 UU No.23/2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak,” jelas Yanna.

Ditempat yang sama Kapolsek Panggarangan, AKP Aan Suhanda, SIP., memberikan tanggapan terkait kasus asusila ini. Ia mengatakan, pihak penyidik tidak bisa mentolelir terhadap penganiayaan disertai perbuatan asusila kepada anak.

Aan menambahkan, kasus ini akan terus ditindaklanjuti, karena sudah meresahkan masyarakat dan menjadi bumerang bagi pihaknya, serta sangat tidak bermoral.

“Para ulama dan tokoh masyarakatpun, turut mendukung untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

(Ua Endin/FokjaZona4)

KOMENTAR
Share berita ini :