NTT, NewsMetropol – Telah ditemukan Siswi SMK Kristen Soe tewas gantung diri di pintu masuk kamar mandi, hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS) AKBP Andre Librian, SIK., melalui Kasat Reskrim Iptu Hendricka Bahtera, STr, SIK, MH., saat ditemui diruang kerjanya di Mapolres TTS, Jumat (30/04).
Hendricka menjelaskan Siswi kelas II SMK Kristen Soe tewas itu bernama Sari Trinda Lombo (17) ditemukan oleh keluarganya dalam keadaan tewas gantung diri pada hari Kamis (29/04) sekira pukul 13:30 wita di pintu masuk kamar mandi.
Dikatakannya, setelah menerima laporan pertelepon dari Ketua RT Yohanis I Makandoloe dirinya langsung memerintah KBO sat reskrim Polres TTS Ipda Komang Astina bersama anggota langsung turun ke TKP untuk melakukan olah TKP di RT 007 RW 003, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS, Propinsi NTT.
Hasil olah TKP korban Sari tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lama maupun baru, korban murni bunuh diri dengan ciri-ciri lidah tergigit menjulur keluar, dan kedua telapak tangan mengepal dengan leher terlilit tali rafia warna biru mudah di leher ,kaki tergantung di dalam pintu masuk dalam posisi sudah meninggal selanjutnya jasat korban di evakuasi anggota ke RSUD TTS untuk di lakukan visum et repertum luar oleh tim medis.
Hasil visum et repertum luar yang dilakukan oleh dokter Charles Yulian Boru dokter pada RSUD Kabupaten TTS menjelaskan, bahwa setelah dilakukan visum et repertum luar terhadap jasad korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban murni meninggal bunuh diri dengan dengan cara gantung diri berdasarkan ciri-ciri jazat lidah menjulur keluar, telapak tangan mengepal dan terdapat cairan putih di kemaluannya. Korban meninggal karena tersumbatnya saluran pernapasan akibat tercekiknya tali yang terlilit keras membentuk diameter nol dengan kedalaman 1 cm.
“Dengan demikian dapat kami simpulkan bahwa hasil olah TKP maupun hasil pemeriksaan medis melalui visum et repertum luar dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh jasad korban maka keluarga korban melalui ayah kandung korban Yakob Lombo (51) dan bapak kecil korban Yunus Lombo (45) menyatakan menerima kematian korban melalui surat pernyataan menolak jasat korban di autopsi dan keluarga jasat korban untuk di makamkan sesuai tradisi keluarga” Jelas Hendricka.
Sebelumnya saksi mata Amry Lombo (19) kaka kandung korban mengataka, bahwa sesaat sebelum korban ditemukan dirinya hendak pergi ke belakang rumah untuk petik jambu sekira pukul 13.00 wita setibanya disana menemukan adiknya tergantung di pintu masuk kamar mandi dalam kondisi tak bernyawa lagi.
Selanjutnya dirinya berlari kedalam rumah dan menyampaikan kejadian yang terjadi ke saudara yang lain Una Lombo dan Sandri Lombo bahwa korban tergantung di pintu masuk kamar mandi namun sudah meninggal sehingga melapor ke Ketua RT untuk segera melapor ke Polisi.
Amry mengaku sudah sebulan korban tidak tinggal di rumah tetapi korban sementara kerja di pabrik roti di Nifuboko, Kelurahan Karang Siri karena selama ini tidak sekolah tatap muka tetapi sekolah online sehingga korban manfaatkan waktu untuk mencari uang. biasanya pulang rumah setiap hari Sabtu namun tidak tidur juga, dan selama ini korban diketahui tidak memiliki masalah pribadi dengan siapapun,
Sementara itu Yakob Lombo, ayah kandung korban mengaku korban selama ini tidak tinggal dirumahnya di Kelurahan Karang Sirih, Kota Soe sejak ibunya meninggal tahun 2019 lalu, selama ini korban tinggal dengan dia punya bapak kecil Yunus Lombo dan selama ini selain sekolah korban kerja di pabrik roti.
“Saya telah menerima keadaan ini sebagai ujian iman dan merelakan putrinya pergi ke alam baka dan semoga Tuhan menerima amal baik putrinya di sisi kanan Tuhan,” tutup Yakob Lombo dengan menangis.
(Fan)
