Sertu Muktar, Babinsa di Koramil 1417-01/Wawonii (kiri) dan lokasi pemukiman warga Suku Bajo, Desa Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan (kanan).

Konkep, Metropol – Kreatifitas dan inovasi Sersan Satu Muktar, Babinsa di Koramil 1417-01/Wawonii sangat membanggakan. Bagaimana tidak, karena kerja keras Sertu Muhtar ribuan warga Langara Bajo Kecamatan Wawonii Barat terbebas dari krisis Air bersih.

“Semuanya karena inisiatif Pak Babinsa sehingga desa kami terbebas dari persoalan air bersih,” ujar Julianus Warga Langara Bajo kepada Metropol di Kediamannya beberapa waktu lalu.

Julianus mengatakan, sedikitnya sekitar 900 Kepala Keluarga atau sekitar 4000 jiwa kini dapat menikmati air bersih buah karya Sertu Muktar.

“Sebelumnya kami harus mengambil air bersih melalui sampan (perahu kecil red), itupun di waktu air pasang,” ujarnya lagi.

Mantan Kepala Desa Langara Bajo ini juga mengatakan, sebelumnya pernah ada saluran pipa dari sumber air ke pemukiman masyarakat. Namun, fasilitas tersebut tidak terawat sehingga menyebabkan suplai air tawar ke pemukiman suku bajo tersebut terhenti. Kondisi tersebut kata Julianus, oleh pemerintah dibiarkan begitu saja.

“Untungnya Pak Babinsa jeli melihat permasalahan di desa kami pak,” ujarnya.

Ditambahkannya selama bertahun-tahun seluruh masyarakat suku bajo yang mendiami perkampungan tersebut harus mendayung sampan untuk dapat menikmati air tawar.

Senada dengan itu, Jamaludin salah satu warga suku bajo mengatakan berkat inisiatif Sertu Muktar, seluruh Warga Langara Bajo mau bersatu untuk mengatasi persoalan air bersih tersebut.

“Melalui rapat di desa Pak Babinsa menyerukan kami bersatu untuk membuat bak penampungan air dan menyiapkan pipa sepanjang 8 km secara  swadaya,” katanya.

Oleh karena itu keberhasilan mengatasi kebutuhan mendasar tersebut, Jamaluddin berasma warga lainnya bersepakat untuk  meminta kesediaan Sertu Muktar untuk menjadi Kepala Desa di desanya (Langara Bajo red).

“Masyarakat di sini sudah sepakat untuk mengusul dia menjadi kepala desa, hanya saja anggota TNI aktif tidak bisa menjadi kepala desa. Harus lebih dulu mengundurkan diri dari anggota TNI,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Sertu Muktar kepada Metropol mengatakan, dirinya hanya semata-mata menjalankan tugas.

“Tidak ada terbesit di pemikiran saya, bakti saya kepada rakyat karena niat saya untuk menjadi kepala desa,” tegasnya.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :