Rumah kontrakan SM terduga teroris yang terletak di Jalan Wijaya Nomor 11 A Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Malang, Metropol – Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama jajaran Polres Malang mengamankan Syahrul Munif (35), terduga teroris jaringan Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal, petinggi ISIS asal Indonesia, Senin (19/6).
SM terduga teroris jaringan Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal tersebut ditangkap di rumah kontrakannya yang ada di Jalan Wijaya Nomor 11 A Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Rumah SM hanya berjarak 10 meter dari Koramil 0818-26/Singosari dan berjarak lima meter dari komplek perumahan Koramil serta berada di pangkal pertigaan yang juga tepat berada di depan pos kamling.
SM, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Singosari, Kabupaten Malang merupakan bekas militan di Suriah.
Selain menjadi tempat tinggal, rumah kontrakan berpagar biru itu juga menjadi tempat grosir baju yang merupakan usaha pelaku dan keluarganya.
Imam Subaktiono, salah seorang tetangga pelaku mengatakan, toko tersebut selalu ramai dikunjungi pembeli.
Lanjut Imam, pelaku sudah hampir dua tahun berada di kontrakan itu.
“Pelaku termasuk warga yang jarang bersosialisasi dengan warga sekitar,” ujar Imam kepada Wartawan, Selasa (20/6).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Slamet Readi (56), Ketua RT 07 lingkup tempat tinggal SM yang mengatakan, pelaku jarang berbaur dengan warga di sekitarnya. SM Ia terlihat jarang keluar atau orang yang tertutup.
Slamet juga mengaku kaget saat ada penangkapan SM. Ia saat itu tengah duduk di bawah pohon dekat rumahnya. Ketika mengetahui ada keramaian, Slamet langsung datang ke lokasi.Slamet mangakui pernah sekali masuk rumah SM.
Saat itu ia masuk ke rumah SM untuk membeli baju, tetapi saat itu Slamet tidak menemukan hal yang mencurigakan.
Slamet menuturkan tidak mengetahui pasti asal pelaku namun berdasarkan data yang tertera di KTP, pelaku merupakan kelahiran Jember.
Dikatakan Slamet, sebelum menempati rumah kontrakan yang dijadikan tempat grosir baju itu, pelaku bersama istrinya sudah meminta izin terlebih dahulu kepada dirinya.
Slamet menambahkan, setelah ditangkap, di rumah SM saat ini hanya tinggal dua orang yaitu istri dan adik iparnya. Slamet juga mengatakan, bahwa pihaknya dan seluruh warga akan berlaku biasa saja terhadap keluarga SM.
(IP)
