Ruangan pasien kemoterapi RS Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kendari, Metropol – Sejumlah pasien kemoterapi yang menggunakan kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara resah. Hal tersebut disebabkan pihak Rumah Sakit Bahteramas berencana menghentikan semua pelayanan pasien kemoterapi per 24 November mendatang dan selanjutnya pasien kemoterapi akan dirujuk di Makassar.

“Kami sudah tidak mungkin lagi bisa berobat  karena kalau berobat di Makassar, kami harus mengeluarkan uang yang lebih besar,” ujar CH (nama samaran)  kepada Metropol beberapa waktu lalu.

Katanya, pihak Rumah Sakit Bahteramas  akan merujuk pasien Kemoterapi ke RS di Makasar Sulawesi Selatan karena ruangan/kamar kemoterapi di RS. Bahteramas tidak representatif.  Karenanya  kebijakan tersebut sangat mirisaukan semua pasien Kemoterapi di Sultra mengingat tingginya biaya yang harus dikeluarkan bila mereka (pasien kemoterapi red) di rujuk di Kota terbesar di Indonesia Timur tersebut.

“Syukur kalau pas di Makassar kita langsung ditangani, tapi kalau harus menunggu antrian lagi, berapa biaya yang harus kami keluarkan,” katanya lagi.

Menurut CH, jika alasan RS Bahteramas merujuk pasien ke makassar hanya karena kamar kemoterapi di RS Bahteramas tidak memadai adalah mengada-ada karena semua kamar operasi di RS Bahteramas juga sebenarnya tidak memadai.

“Jangankan ruangan untuk kemoterapi, kamar operasi bedah saja tidak laik,” ketus CH.

Ditambahkannya, hampir semua pasien kemoterapi yang saat ini ditangani oleh RS.  Bahteramas adalah pasien yang menggunakan kartu  BPJS Kesehatan dan merupakan  keluarga tidak mampu. Senada dengan itu salah seorang pasien yang tidak ingin dipublish namanya  mengatakan, jika RS. Bahteramas tidak lagi menerima pelayanan pasien kemoterapi maka dirinya tidak mampu untuk melanjutkan pengobatannya di Makassar.

“Jangankan di Makassar pak, di sini saja sudah sangat berat rasanya,” ujarnya.

Pasien asal Kabupaten Bombana ini mengatakan saat ini dirinya tengah menjalani kemoterapi yang ketiga kalinya dan masih memerlukan kemoterapi hingga tiga atau empat kali lagi.

“Jika ini dihentikan maka kemoterapi saya yang tiga kali itu percuma pak, tidak ada artinya dan jika dialihkan ke Makassar maka saya tidak akan mampu lagi,”  keluhnya.

Sementara itu, pihak Humas  BPJS Kendari Imran Hasyim  kepada Metropol mengatakan, pihaknya belum mengetahui rencana RS Bahteremas untuk menghentikan pelayanan pasien Kemoterapi. Dirinya mengakui informasi pasien kemoterapi  akan dirujuk di Makassar didapatkan dari wartawan.

“Saya baru tau dari anda informasi itu,  dan kami siap membayar berapa klaim yang dikeluarkan oleh rumahsakit, berapapun biayanya tetap kami lunasi,” tegasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sultra tidak memberikan keterangan.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :