IMG-20200904-WA0033

Sekjen NATO, Jens Stoltenberg (kanan) dan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu (kiri).

Ankara, NewsMetropol – Turki dan Yunani sepakat untuk mengadakan pembicaraan teknis di NATO untuk mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di Mediterania Timur, kata kepala aliansi itu pada Kamis.

“Yunani dan Turki adalah sekutu yang dihargai, dan NATO adalah platform penting untuk konsultasi tentang semua masalah yang memengaruhi keamanan bersama kami,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam sebuah pernyataan tertulis seperti dikutip Anadolu Agency, Jum’at (4/9).

“Saya tetap berhubungan dekat dengan semua sekutu yang peduli untuk menemukan solusi atas ketegangan dalam semangat solidaritas NATO,” imbuh dia.

Yunani dan negara-negara lain mencoba untuk menguasai wilayah maritim Turki dan hak eksplorasi energi, meski tidak ada negara yang memiliki garis pantai yang lebih panjang di kawasan Mediterania.

Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang sangat besar, melanggar kepentingan Turki.

Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara (TRNC) yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum dan pemerintahan Siprus Yunani di Siprus Selatan.

“Dialog untuk berbagi sumber daya ini secara adil akan jadi win-win solution bagi semua pihak,” kata otoritas Turki tersebut.

(Red/AA)

KOMENTAR
Share berita ini :