20201020_104617

Pemilik lahan Mata Air Botto Sajang, Ridwan.

Barru, NewsMetropol – Badan Pertanahan Negara (BPN) kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan mengundang pemilik tanah mata Air Botto Sajang, Ridwan, yang berlokasi di desa Kading, kecamatan Tanete Riaja, pada Senin (19/10).

Carut marut masalah air antara pemilik lahan (Ridwan-red) dengan pengguna air masih berjalan, akhirnya pihak penggugat (Beberapa Warga-red) dengan pemilik tanah dipertemukan pihak BPN Barru.

Penggugat dalam hal ini pengguna air ingin menguasai lahan milik Ridwan yang notabene legalitas tanah tersebut bersertifikat atas nama Ridwan.

Sekitar pukul 14:00 wita kedua belah pihak dipertemukan di BPN Barru, pihak penggugat ngotot menuntut BPN membatalkan sertifikat milik Ridwan namun Ridwan tetap memperjuangkan haknya sesuai undang-undang hak kepemilikan yang diatur oleh Negara Republik Indonesia.

Baca Juga:  Krisis Air Mengintai Kesesi Pekalongan : Rendemen Padi Minim, Petani Mulai Kesulitan Air di Awal Kemarau

Hadir dalam pertemuan tersebut yakni Sekcam Tanete Riaja, kepala Desa Kading, Tokoh masyarakat, Pemilik lahan, Penggugat.

Dalam pertemuan tersebut, Plt. BPN Barru Marliana A.Ptnh.MH menyampaikan aturan pembatalan sertifikat tanah didepan kedua bela pihak, diakuinya BPN tidak berhak membatalkan Sertifikat.

“BPN tidak ada wewenang membatalkan sertifikat kecuali ada kesepakatan kedua bela pihak, Pembatalan harus melalui pengadilan negeri dan PTUN,” kata Marliana.

Sekedar diketahui ratusan warga kading memberi dukungan penuh kepada pemilik lahan, Ridwan dengan bukti tanda tangan pernyataan dukungan.

“Kami yang bertanda tangan dibawa ini adalah masyarakat dusun Bunne desa Kading menyatakan sikap mendukung penuh saudara Ridwan sebagai pemilik sah atas tanah yang menjadi tempat lokasi sumber mata air Botto Sajang, karna kami tidak pernah dilarang mengambil air, dan sdr. Ridwan tidak pernah mempersoalkan masalah sumber mata air yang terletak didalam lokasi tanahnya sesuai SHM No.00425 an.Ridwan,” kata warga Bunne Desa Kading dalam pernyataan sikapnya.

Baca Juga:  Krisis Air Mengintai Kesesi Pekalongan : Rendemen Padi Minim, Petani Mulai Kesulitan Air di Awal Kemarau

(Ahkam)

KOMENTAR
Share berita ini :