Aksi demo masyarakat petani di halaman kantor Kecamatan Mallusetasi, Palanro, Barru. (Foto: Map)

Barru, Metropol – Ratusan petani melakukan aksi demo, menolak pembangunan bendungan air di Pakka, Desa Nepo yang tidak sesuai keinginan masyarakat. Aksi berlangsung di halaman kantor Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Senin (1/8) sekira pukul 10.00 wita.

Dalam aksinya, para petani berkeberatan jika bendungan air yang akan menelan biaya 9 Miliyar di Pakka ini nantinya dialirkan keluar daerah, sehingga kebutuhan sendiri tidak mencukupi.

Koordinator lapangan Muh.Toha meminta kepada Pemerintah Kabupaten Barru menutup segala kegiatan pembangunan bendungan air yang ada di Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Barru. Menurutnya, pembanguan bendungan air itu dianggap tidak memihak kepada masyarakat petani.

Dikatakan dalam orasinya, “jika pembangunan ini dilanjutkan maka yang rugi adalah masyarakat setempat. Tidak masalah nantinya air itu dibagi, sepanjang kami mencukupi,” tegas Muh.Toha, Senin (1/8) kemarin.

Sementara Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mallusetasi Fatmawati Andi Azis berjanji dihadapan pendemo akan mengevaluasi kembali dan melaporkan ke tingkat yang berwenang di Pemerintah Kabupaten Barru.

Demo  berlangsung kurang lebih 30 menit dengan membakar ban bekas didepan kantor kecamatan yang bersebrangan langsung dengan jalan Poros Makassar, ParePare, kemudian aksi berlanjut ke pusat bendungan Impek Jaringan Air Baku di Pakka.

Terpisah, terkait aksi demo masyarakat petani dengan penolakan pembangunan bendungan air di Pakka Desa Nepo, lantaran air dari pembangunan bendungan itu nantinya sebagain akan di alirkan keluar dari Mallusetasi.

Menanggapi aksi demo tersebut, Anggota DPRD Barru H Sirua Mustafa dari fraksi PPP mengatakan, Ia akan turun ke lokasi untuk menemui masyarakat petani sebelum digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Dia juga menyatakan, bahwa saya pernah meninjau Allupereng Cebae bersama dengan Staf Menteri Pertanian RI dalam perencanaan pembangunan Cekdam untuk kebutuhan masyarakat petani Desa Nepo dan Desa Manuba. Namun, kata Dia, “saya tidak pernah mengusulkan untuk kebutuhan Pelabuhan Garongkong,” jelas H Sirua kepada Metropol melalui telepon selulernya, Selasa (2/8).

Diketahui, Anggota DPRD Kabupaten Barru akan melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan bendungan air di Pakka pada Kamis (4/8), kemudian esoknya Jumat (5/8) dilanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi terkait, seperti, Dinas PU Kabupaten Barru, Camat Mallusetasi,  Kepala Desa Nepo dan masyarakat petani.

(IR/MP).

KOMENTAR
Share berita ini :