PT VDNI

General Manager PT. Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) Rudi Rusmadi dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan.

Kendari, Metropol – General Manager PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) Rudi Rusmadi mengatakan, pihaknya membangun 15 tungku pemurnian nikel (Furnance) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kata dia, dari 15 tungku tersebut baru satu yang dapat beroperasi dan yang lainnya menunggu secara bertahap.

“Satu tungku yang sementara dioperasikan ini dalam proses percobaan. Tungku tambahan lainnya akan kita operasikan bertahap selama beberapa minggu kedepan,” ungkap Rudi Rusmadi, pada Jumat (21/4) kemarin, usai mengikuti dialog terkait pertambangan di Grand Clarion Hotel Kendari.

Lanjut dia, untuk mengetahui kinerja dari tungku yang diuji coba tersebut, pihaknya hingga kiniĀ  telah menggunakan bahan baku ore nikel yang jumlahnya telah mencapai 5 ribu metrik ton.

Baca Juga:  Bulan K3 Nasional 2026 : IPC TPK Dorong Budaya Sadar Keselamatan di Warakas

“Kita butuh ore yang cocok, kalau sudah cocok oke. Tidak perlu high nikel, low nikel juga bisa,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa RR ini juga mengatakan fokus utama Virtue Dragon saat ini adalah penambahan power plant dari 160 megawatt ke 650 megawatt. Hal itu dimaksudkan agar ke 15 tungku yang dibangun dapat beroperasi secara maksimal.

RR memperkirakan proyek ini bakal selesai di bulan Agustus 2017 mendatang.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengundang Wapres RI H. M. Yusuf Kalla untuk meresmikan pengoperasian industri nikel yang disebut terbesar di Asia Tenggara ini.

(RA/MD)

KOMENTAR
Share berita ini :