Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH., SIK., MH., merilis pengungkapan kasus pembunuhan terhadap korban Agus Saputro dan menangkap 3 pelaku, yakni HY, DTW  dan MTAD.

Jember, Metropol – Lagi-lagi jajaran Polres Jember bertindak cepat untuk mengungkap dan menangkap 3 pelaku pembunuh Agus Saputro, Minggu (30/4). Sebagaimana diketahui korban Agus Saputro adalah warga Dusun Kebonsari Kidul, Desa Yosowilangun Kidul, Kabupaten Lumajang itu telah menggemparkan warga Pesisir Paseban Kencong, Kabupaten Jember.

Pelaku sebagai inisiator adalah HY secara bersama-sama melakukan pembunuhan terhadap korban, yang sudah direncanakan 3 hari sebelumnya bersama DTW  dan MTAD yang juga berasal sekampung dengan Agus Saputro (Korban).

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH.,SIK., MH., dalam rilisnya mengatakan, dua minggu sebelum kejadian tersangka HY cs menaruh dendam kepada korban hanya karena korban tidak mau membayar urunan (patungan) untuk membeli miras.

“Pada hari selasa 25 April di rumah MTAD saksi juga pelaku, mengadakan rencana disepakati korban dibunuh saja, Kamis 28 April, tersangka HY mempersiapkan (mengasah golok). Setelah itu pelaku menjemput korban untuk melakukan pesta miras oplosan alkohol dicampur kuku Bima, di pinggir Pantai Paseban, Kencong,” ungkap Kusworo.

Lanjut Kusworo, setelah meminum miras oplosan tersebut, tersangka HY pura-pura kencing untuk mengambil golok yang digunakan membacok korban secara membabi buta. Setelah itu, ketiga tersangka meninggalkan korban yang telah mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya yang sehingga korban meninggal.

Dia menambahkan, jajarannya mengamankan sebilah golok terdapat darah, pakaian korban dan pakaian tersangka. Selain itu diamankan sepeda motor Vega R, botol bekas miras, serta Roti Kalung milik korban yang terselip dipinggang korban.

“Tersangka dijerat pasal 80 ayat (3) UU RI nomor  35 tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU nomor  23 tahun 2002 Tentang Perlindungan anak Dipidana 10 tahun, dan Pasal 340 sub 338 KUHP diancam Pidana Hukuman Mati atau seumur Hidup atau paling lama 20 tahun,” pungkas Kusworo.

(Andik)

KOMENTAR
Share berita ini :