Jakarta, Metropol – Acara ulang tahun korps baret merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Perayaan ulang tahun kali ini berbeda dengan perayaan sebelumnya. Kali ini, Kopassus mengundang sejumlah tokoh yang pernah berseteru di masa lalu. Diantaranya, tokoh GAM, Timor-Timur, dan juga Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memiliki sejumlah pesan di perayaan Hari Ulang Tahun Komandan Satuan Khusus (Kopassus). Salah satunya JK meminta pasukan elite TNI itu menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Selama 70 tahun kita merdeka kita mulai banyak kemajuan. Tentu dalam hal ini Kopassus selalu bersama-sama, sebagai bagian TNI dan Polri selalu menjaga garis depan untuk mengatasi masalah yang rumit dalam menjaga keutuhan bangsa kita,” kata JK dalam pidato sambutannya di HUT Kopassus yang ke-63 di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (29/4).

JK bersyukur sekaligus berterima kasih, karena dengan bantuan Kopassus keamanan negara bisa terlaksana dengan baik. Kopassus juga telah banyak membantu negara sejak sebelum kemerdekaan Tanah Air.

JK juga berpesan agar Kopassus jangan menyerah dengan segala keterbatasan, karena ketangguhan muncul dari keterbatasan. Keterbatasan yang dimaksud mulai dari senjata, teknologi, dan peralatan modern namun semua bisa dibantu dengan kemampuan yang baik.

Jenderal TNI Moeldoko mengingatkan, perlunya membangun prajurit TNI menjadi kekuatan yang bermoral, profesional, dan sejahtera agar siap melaksanakan tugas.

“Prajurit harus dibangun untuk menjadi prajurit yang bermoral, profesional, tetapi juga sejahtera hidupnya. Prajurit ini dilatih untuk menjadi prajurit terkuat, menjadi prajurit profesional. Semuanya itu dilakukan agar setiap prajurit TNI siap melakukan tugas,” kata Moeldoko saat menyampaikan sambutannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-63 Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Kendati demikian, Moeldoko menambahkan bahwa seorang prajurit TNI juga harus humanis dalam membangun kebersamaan, kedekatan dengan masyarakat, dan menciptakan perdamaian. Ia berpesan agar prajurit TNI bisa membangun persahabatan dengan pihak mana pun.

Moeldoko mengatakan, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa. TNI juga sedianya berperan dalam mencegah paham radikalisme dan menanggulangi aksi terorisme. Ia juga meminta prajurit TNI, khususnya Kopassus. untuk meningkatkan kapasitas dalam merespon perkembangan situasi dunia yang cepat.

“Untuk itu kita harus mencari terapi, cara terapi yang pas, dan yang kedua harus mampu beradaptasi, dan ketiga kita harus melakukan inovasi dari waktu ke waktu,” ujar Moeldoko.

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Mayjend Doni Monardo mengatakan, perayaan HUT Kopassus yang ke 63 memiliki kesan berarti. Dalam sambutannya, pada syukuran peringatan HUT Ke-63 Kopassus, di Lapangan Upacara Makopassus, Cijantung 1, Jakarta Timur, Rabu (29/4). Doni mengatakan, mantan tokoh-tokoh yang pernah menjadi musuh Kopassus diundang, karena dilandasi untuk membangun kembali perdamaian dan kebersamaan. Sebab, politik tentara adalah politik negara.

Itu artinya, lanjut Doni, tentara dengan segala loyalitasnya akan sepenuhnya menjalankan kebijakan negara. Jika negara telah memutuskan untuk membangun persahabatan dengan pihak-pihak yang pernah bersebrangan, maka Kopassus dengan penuh kesadaran akan menjalankan kebijakan tersebut. “Acara ini untuk menjalin tali silaturahmi korps baret merah,” ujarnya.

Selain itu, acara tersebut juga untuk memberikan rasa terimakasih bagi para senior dan pendahulu Kopassus. “Kami memberikan penghargaan kepada para pendahulu. Kopassus tidak mungkin ada hari ini tanpa dukungan para pendahulu. Ke depan prajurit Kopassus harus lebih mendekatkan diri dengan rakyat. “Prajurit harus dicintai dan mencintai rakyat,” ucap Doni yang menitikan air mata saat memberikan sambutan.

Acara peringatan HUT ke-63 Kopassus dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hadir pula mantan Wakil Presiden Tri Soetrisno, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Komandan Jenderal Kopassus Doni Monardo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, serta petinggi militer negara lain. Hadir pula keluarga mantan Presiden, di antaranya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan Guruh Soekarnoputra.

(Kamal)

 

KOMENTAR
Share berita ini :