Kebid Bina Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kab Donggala, H. M. Irfan Akib, ST, M.Si.

Donggala, Metropol -Kepala Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Donggala, H. Saiful, SE, MM melalui Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, H.M. Irfan Akib, ST, M.Si mengatakan, Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kabupaten Donggala menerbitkan surat tersebut sejak tanggal 9 Juni 2016, kepada pengusaha yang ada di Kabupaten Donggala.

Sampai hari ini (Selasa 14/6 Red) Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kabupaten Donggala terus melayangkan surat kepada lebih dari 200 perusahaan. Tujuannya, agar pimpinan, pengurus perusahaan dan toko segera membayarkan THR kepada pekerja atau buruh dengan ketentuan yang telah diatur oleh Menteri Ketenaga Kerjaan Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2016 yang ditindaklajuti oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah. “Besaran tunjangan THR yang diberikan kepada pekerja dan buruh sesuai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, sebesar satu bulan upah,” ungkap Irfan Akib, Selasa (14/6).

Berdasarkan aturan tersebut lanjut Irfan Akib, para pekerja dan buruh diberikan THR sekali dalam setahun dan pembayarannya diberikan tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Sedangkan bagi perusahaan yang lambat membayarkan THR pekerja dan buruh akan dikenakan sanksi denda sebesar Lima persen dari total THR yang harus dibayarkan terhitung sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.

Selain hal tersebut Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga memberikan sanksi administrative berdasarkan undang-undang yang berlaku kepada pengusaha yang tidak membayarkan THR kepada pekerja dan buruhnya.

(Robby/*)

KOMENTAR
Share berita ini :