Tampak kondisi pasar mangli yang sedang dibangun, Rabu (7/12).
Jember, NewsMetropol – Pembangunan pasar tradisional Mangli, Jember, terus di kebut pengerjaannya. Dibangunnya pasar tradisional Mangli ini merupakan salah satu dari 22 program kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember yaitu merevitalisasi pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jember.
“Pembangunan pasar ini dikerjakan mulai 24 November 2018. Dan ditargetkan harus selesai 20 Desember 2018,” kata mandor pembangunan Pasar Mangli, Muhammad saat berada di lokasi pembangunan pasar tersebut, Jumat (7/12).
“Walaupun sempat telat pengerjaannya tetapi Ia optimis pembangunan pasar Mangli ini bisa selesai sesuai target yang telah ditentukan,” tambahnya.
Muhammad menjelaskan, harusnya pengerjaan pembangunan pasar ini dilaksanakan mulai sekarang 7 November 2018, namun karena tempat penampungan sementara untuk para pedagang belum tersedia akhirnya telat 2 minggu pengerjaannya.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Anas Ma’ruf mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember akan merevitalisasi 30 pasar dan ditargetkan selesai pada tahun 2020.
Seperti yang diketahui bersama, bahwa pasar-pasar tradisional di Jember kondisinya sudah tidak nyaman lagi untuk dijadikan tempat jual beli barang kebutuhan sehari-hari. Kondisi fisik bangunan yang sudah tua, tidak berfungsinya saluran pembuangan air dan sampah, toilet yang kotor dan masalah sosial lainnya.
“Revitalisasi pasar ini sesuai dengan 22 program kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember. Pada tahun ini (2018) sudah ada 12 pasar yang sedang diperbaiki. Diantaranya Pasar Tanjung, Pasar Mangli, Pasar Kreongan, Pasar Bungur, Pasar Gebang, Pasar Manggisan Tanggul dengan total anggaran 93 Milyar,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan wartawan Metropol, pasar-pasar tersebut masih dalam tahap revitalisasi. Ada pasar yang hanya direnovasi seperti Pasar Tanjung dan ada juga sejumlah pasar yang dilakukan pembangunan baru. Dengan merobohkan bangunan lama seperti Pasar Kreongan, Pasar Mangli, Pasar Bungur, Pasar Gebang.
Nantinya revitalisasi pasar ini meliputi empat bagian, yakni mulai dari perbaikan fisik bangunan, managemen pasar, jalur pengiriman barang dan lingkungan.
Dilakukan pembenahan fisik bangunan ini agar pasar yang terkesan kumuh dan kotor dapat berubah menjadi lebih bersih dan nyaman. Yaitu dengan dilengkapi fasilitas penunjang: seperti toilet, musolla dan keamanan.
Untuk pembangunan fisik sendiri terbagi sesuai kelompok pedagang, seperti kelompok pedagang sayur, pedagang ikan, pedagang daging, dan pakaian.
Selain itu, juga perbaikan dilakukan pada managemen pasar dengan menggunakan elektronik retribusi yang akan mempermudah pedagang dan petugas dalam mengelola retribusi serta menghindari pungutan liar, demikian Anas Ma’ruf menjelaskan.
“Untuk tahun 2019 ditargetkan ada 18 pasar yang akan selesai diperbaiki,” terang Anas sambil menunjukkan desain pasar yang diperbaiki.
(Andik)
