FB_IMG_1592377379451

Landak, NewsMetropol – Bupati Landak Karolin Margaret Natasa mengajak masyarakat terus produktif meski masih dalam situasi pandemi virus corona.

Pasalnya kata dia, kebutuhan pangan masyarakat harus terus tersedia, terlebih menghadapi dampak krisis pangan yang diakibatkan wabah virus corona.

“Semua orang sudah mengetahui saat ini masih pandemi corona, tapi kita apakah harus berdiam diri, jawabannya pasti tidak. Karena sebagai petani maka kita harus produktif supaya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat kita,” jelas Karolin di Kantornya, Rabu (17/6).

Bupati Karolin juga mengutarakan bahwa dirinya acap kali turun ke lapangan untuk mengetahui secara langsung permasalahan yang terjadi bagi petani.

Dengan demikian menurutnya dapat dengan cepat menyelesaikan permasalahan guna menjaga produksi pangan tetap aman bahkan meningkat.

“Sebagai pemerintah kita tidak ingin hanya memberikan saran bagi petani, memberikan bantuan benih, tapi juga harus turun ke lapangan untuk memberikan contoh yang baik serta untuk mendapatkan masukan dari petani secara langsung,” terangnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga diri dalam situasi pandemi virus corona.

Baca Juga:  A-PPI Magelang Raya Tegaskan Solidaritas Pers, Jangan Alergi pada Wartawan Lain

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Florentinus Anum, mengatakan kegiatan tanam padi bersama kelompok tani merupakan wujud perhatian pemerintah.

Dia berharap di musim tanam saat ini, para petani bisa menikmati hasil yang lebih baik.

“Saat ini pemerintah saat ini cukup memperhatikan para petani, pihak pemerintah juga terus membantu petani dengan berbagai kebutuhan mereka,” kata Florentinus

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi berharap Kalimantan Barat memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi.

Kata dia, dukungan Kementan akan diberikan melalui berbagai macam program dan bantuan, khusus untuk tanaman pangan sendiri bantuan mulai dari benih, budidaya padi, sampai alat mesin pertanian (alsintan) pascapanen.

“Oleh karena itu, kami juga meminta petani bisa menyerap KUR (Kredit Usaha Rakyat,- red) melalui gerakan Kostraling (Komando Strategi Penggilingan,- red) sebagai pengamanan harga gabah. Kementan sudah sediakan KUR untuk komoditas tanaman pangan, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi penggilingan padi bisa digunakan untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak,” bebernya.

Baca Juga:  A-PPI Magelang Raya Tegaskan Solidaritas Pers, Jangan Alergi pada Wartawan Lain

Menurut Suwandi, upaya peningkatan produksi melalui pemanfaatan dana KUR adalah seiring dengan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam percapatan tanam.

Lanjut Suwandi, Mentan terus mengimbau masyarakat agar bisa mengoptimalkan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran.

“Dengan program ini masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya bahkan bisa diperjualbelikan untuk menambah pendapatan,” ujar Suwandi.

Sebelumnya, Mentan Syahrul menegaskan bahwa dibutuhkan kebersamaaan untuk memastikan pertanian bisa berjalan dengan akselerasi yang cepat.

“Apalagi ada ancaman kekeringan yang telah disampaikan FAO serta krisis pangan dunia, harus segera direspon untuk antisipasinya,” imbuhnya.

Mantan Gubernur Sulsel itu menyebutkan bahwa salah satu cara mengakselerasi produksi pertanian adalah dengan mempercepat pertanaman agar target MT II seluas 5,6 juta hektar bisa dipenuhi.

“Jika semua bergerak bersama maka bisa dipastikan kondisi pangan kita aman sampai akhir tahun,” jelas Syahrul.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :