Untitled-2

Jakarta, Metropol – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, dan KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna menutup secara resmi Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2016, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat malam (18/12).

Panglima TNI menyampaikan bahwa Rapim TNI merupakan kegiatan yang dilaksanakan di akhir tahun anggaran. Tujuannya, antara lain pertama, untuk memberikan informasi tentang kondisi yang menonjol berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas TNI pada tahun 2015. Kedua, mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun anggaran 2015 dan rencana tahun anggaran 2016 dan ketiga, menyampaikan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI tahun 2016.

Jenderal Gatot juga menyampaikan tentang pelaksanaan Rapim TNI tahun 2016. Menurutnya, pada hari pertama tanggal 16 Desember 2015, diawali dengan acara pembukaan dilanjutkan pembekalan dari Presiden RI, dan pembekalan oleh Menko Polhukam dengan pokok bahasan antara lain pengertian keamanan nasional, penanggulangan ancaman sebagai bagian dari penyelenggaraan keamanan nasional, faktor-faktor penghambat disahkannya RUU Kamnas menjadi Undang-Undang, serta hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian peserta Rapim TNI.

Baca Juga:  Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Kegiatan Rapim TNI hari kedua tanggal 17 Desember 2015, diberikan pembekalan antara lain oleh Menkeu dengan pokok bahasan antara lain penjelasan mengenai regulasi pelaksanaan anggaran belanja negara di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia, komitmen pemerintah dalam hal dukungan anggaran untuk percepatan pencapaian Pembangunan Kekuatan TNI, penjelasan penyelarasan anggaran Pembangunan Kekuatan TNI, dan pembekalan oleh Menteri Luar Negeri dengan pokok bahasan antara lain kebijakan politik luar negeri yang erat dengan pertahanan negara, fungsi pengamanan wilayah perbatasan dan pelaksanaan operasi di lingkup internasional terkait diplomasi luar negeri yang mampu menunjang pelaksanaan pengamanan perbatasan baik di wilayah darat, laut maupun udara, peran TNI yang diharapkan dalam mendukung kebijakan luar negeri.

“Memasuki bulan Januari 2016 ke depan, dihadapkan dengan tuntutan dan tantangan tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis, tidak lagi dapat dijalankan dengan mekanisme yang lambat, namun efektifitas pencapaian hasil harus dikedepankan. Sehingga keberadaan Balakpus dan para Pangkotamaops TNI harus bergerak cepat untuk mampu merespon dan menyikapi berbagai bentuk ancaman yang sedemikian sulit untuk diprediksi,” kata Panglima TNI.

Baca Juga:  Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Sejalan dengan berbagai fenomena tersebut, menurut Panglima TNI, maka tepatlah tema yang dipilih pada Rapim TNI tahun 2016 adalah “Meningkatkan Loyalitas, Moralitas dan Integritas Sebagai Landasan Dalam Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional dan di Cintai Rakyat,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
“Kiranya berbagai kebijakan strategis kementerian dan lembaga negara tersebut dapat disinergikan atau dikolaborasikan dengan kebijakan strategis TNI dalam mendorong terwujudnya keberhasilan pembangunan nasional,” tutur Panglima TNI.

Kegiatan Rapim tahun 2016 tersebut diikuti 182 unsur Pimpinan di jajaran TNI dan menghadirkan penceramah dari tujuh Kementerian (Menkopolhukam, Bappenas, Menkeu, Mentan, Menlu, Mendagri, Menteri Agraria) dan Polri, BIN, BNPT, BNN dan OJK.

(Kamal)

KOMENTAR
Share berita ini :