Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti melakukan kunker di Kota Baubau, Sultra.

Baubau, Metropol – Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti menilai rangkaian tindakan terorisme di Indonesia telah menelan banyak korban jiwa dan harta serta menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, kata Mayjen Agus, antisipasi pencegahan terhadap menularnya paham-paham terorisme dan radikalisme mutlak dilakukan tak terkecuali terhadap gerakan ISIS.

“Langkah yang kami lakukan adalah deteksi dini dan koodinasi dengan aparat terkait dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Pangdam VII/Wirabuana kepada sejumlah wartawan saat melakukan kunker di Kota Baubau, Kamis (20/10).

Lanjut Agus, pergerakan ISIS patut diwaspadai meskipun organisasi tersebut telah mengalami kehancuran di tanah kelahirannya menyusul kekalahan yang terus menerus dideritanya dari pemerintah Irak maupun Suriah.

Menurut Agus, kondisi kekalahan ISIS tersebut akan berdampak secara psikologi bagi pengikutnya di seluruh Indonesia maupun di Sulawesi Tenggara.

“Sultra secara geografis dekat dengan Sulawesi Tengah, dan kondisi sosial masyarakat Sultra banyak terdapat bibit-bibit kekerasan merupakan potensi yang sangat baik untuk berkembangnya gerakan ISIS,” ujar Agus lagi.

Untuk itu kata dia, pihaknya telah menginstruksikan kepada semua jajaran mulai dari tingkatan Korem hingga ke Babinsa untuk senantiasa melakukan deteksi dini dan cegah dini serta meningkatkan koordinasi dengan semua stake holder demi terwujudnya kedamaian di wilayah Sulawesi.

“Kami juga selalu melakukan identifikasi bagi orang sini yang berangkat ke sana (Suriah red), apakah dia kembali. Ataukah orang-orang sini yang punya rasa membelah mereka dan memiliki keyakinan yang sama dengan mereka tetap kita monitoring,” tegas mantan Deputi I BNPT tersebut.

(M.Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :