Pakde

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman bersama Gubernur Jawa Timur Sukarwo salam komando di upacara peringati Hari Juang Kartika ke 72 di Makodam V Brawijaya, Jumat (15/12).

Surabaya, Metropol – Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman memimpin upacara memperingati Hari Juang Kartika ke 72 di Makodam V Brawijaya, Jumat (15/12).

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jatim, Sukarwo dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin.

Pangdam V Brawijaya dalam sambutannya membacakan amanat dari KSAD Jenderal Mulyono yang mengingatkan pentingnya pertempuran Palagan Ambarawa pada Hari Juang Kartika.

Dijelaskannya, Palagan Ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu, TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat.

Baca Juga:  Kasad Launching 11 Jembatan Gantung di Aceh, Bagian dari 218 Jembatan yang Rampung Dibangun TNI

TNI lahir dari rakyat, tegasnya, sehingga setiap langkahnya senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban.

“Kedepan, TNI AD berkomitmen untuk mendukung program pemerintah diantaranya mewujudkan Indonesia pintar dan membantu terwujudnya Indonesia Sejahtera,” jelas Pangdam V Brawijaya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, menjelaskan, peran TNI dalam membantu Pemerintah Jatim terkait pembangunan sangat Konkrit dan tidak diragukan demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sebagai contoh, kata dia, TNI membantu masyarakat miskin dengan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan juga kegiatan pembangunan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“TNI juga mendekatkan diri kepada rakyat melalui bantuan bantuan secara fisik maupun non fisik. Terutama pada daerah yang mengalami bencana,” katanya.

Baca Juga:  Pimpin Upacara HUT ke-65 Kostrad, Panglima TNI Tegaskan Peran Strategis Kostrad Jaga NKRI

Orang no 1 di Provinsi Jatim itu juga mengingatkan, pentingnya konsep segitiga besi yang menjadi dasar pembangunan di Jatim.

Konsep tersebut yakni kondisi yang aman dan nyaman, pertumbuhan dan pembangunan yang meningkat, serta kesejahteraan rakyat.

“Jadi, aman dan nyaman adalah bagian terpenting sebelum mewujudkan pembangunan. TNI-Polri adalah bagian dasar dan utama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat di Jatim,” kata Karwo mengakhiri sambutannya.

(Yud/Rin)

KOMENTAR
Share berita ini :