Bogor, Metropol – Oknum kepala SDN Kalipasir, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, diduga memotong Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Dari jumlah 260 penerima bantuan, diantaranya 215 siswa yang seharusnya menerima 450ribu hanya diberi 350ribu, karena dipotong 100ribu persiswa. Sementara 45 siswa lainnya yang seharusnya menerima 225ribu hanya diberi 200ribu, karena dipotong 25ribu persiswanya.

Menurut salah satu wali murid saat ditemui Metropol, Selasa (24/5), menyesalkan terhadap sikap sekolah yang telah memotong dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) tersebut.

“Dana BSM tersebut, tahun sebelumnya pernah di potong sebesar 50ribu. Tetapi tidak di permasalahkan. Karena orang tua murid pun sadar betul. Jika uang dialokasikan untuk keperluan siswa yang tidak menerima uang BSM,” katanya.

Ditambahkannya, “kalau di potong 100 ribu. Apapun alasannya, saya tidak setuju dan sangat  keberatan,” katanya.

Orang tua murid tersebut memohon kepada Komite Sekolah, untuk tidak terlalu memihak kepada sekolah, karena sebenarnya dana itu untuk kepentingan orang miskin seperti dirinya.

Kepala sekolah SDN Kalipasir, Adah saat dikonfirmasi wartawan enggan menemui, meskipun ia sedang berada diruang kerjanya.

Ketua Komite SDN Kali Pasir, Yusup menjelaskan, saat itu kepala sekolah sedang ada kegiatan diluar, sehingga tidak mengetahui saat persetujuan pemotongan dana BSM tersebut. Yusup mengajak orang tua murid untuk membuat kesepakatan, karena atas keinginan orang tua murid, sehingga disetujui partisipasi untuk siswa yang tidak mendapatkan bantuan.

“Dari 260 penerima bantuan. 215 siswa uang partisipasinya sebesar 100 ribu. Lalu untuk  45 siswa hanya 25 ribu, dan uangnya saya alokasikan untuk kepentingan siswa yang tidak menerima bantuan. Saya belikan seperti dasi, seragam sekolah dan sepatu. Dan itupun atas kesepakatan bersama, serta keinginan orang tua murid,” katanya.

Sementara Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Leuwisadeng, Nurjanah saat ditemui tidak bisa memberikan komentar apapun, karena ada kepentingan diluar dan langsung pergi menggunakan sepada motor seakan menghindari wartawan. “Saya sudah ditunggu,” kata Nurjanah.

(Rahman E/Amank)

KOMENTAR
Share berita ini :