Jakarta, NewsMetropol – Membayar zakat fitrah dan maal itu sudah jelas takaran dan waktunya. Itu perintah wajib setiap Muslim yang taat, sebagai bukti ungkapan keutuhan iman setiap orang Islam. Tapi sedekah dan infak, termasuk wakaf, itu tidak mengenal waktu, musim, dan tidak dibatasi jumahnya. Setiap orang boleh malah dianjurkan bersedekah dan berinfak, Kemampuan berbagi dalam bentuk sedakah, mendapatkan nilai, ganjaran, balasan, pahala, dalam bentuk multiplier effect.
Hal ini dikatakan oleh Sekjen ICMI, Jafar Hafsah saat membawakan kuliah Ramadhan yang digelar oleh KKSS via zoom meeting, pada Jumat malam (7/5).
Menurut Dewan Pakar KKSS Jafar Hafsah, manfaat infak sedekah adalah, iman, bahagia, ketenangan, tolakbala, amal, perlindungan ahirat, kesembuhan dan rezeki meningkat. Apa saja yang disedehkan adalah ilmu, barang dan jasa, semua sedekah itu adalah manfaat, kemaslahatan dan bagaimana dampak berganda dari amal itu.
“Setiap apa yang desedekahkan ada forward lingkages dan backward lingkages dan multiplie effect dari sedekah tersebut. Jadi amal tersebut dapat pahalanya berantai kebelang asal darimana barang yang disedekahkan tersebut, setiap mata rantai dapat pahalanya, begitu pula kedepan, setiap mata rantai keujung memperoleh amal manfat yang diperoleh. Begitupula dengan kegunaan barang sedekahan tadi,” katanya.
Jafar menceritakan bahwa, suatu ketika saya ditelpon oleh teman, dia menyampaikan tidak datang tenis karena dia sakit, saya sepontan “becanda” kamu itu kurang sedekah, makanya sedekah yang cukup, jangan pelit, Besoknya saya dapat telpon kalau dirinya sudah tenis. Berarti sudah sembuh, karena baru saja Teman saya pun melaksanakan saran saya, dan setelah ia bersedekah, dia telepon saya bahwa ia sudah sembuh. Dia WA kesaya diagram 9 manfaat Sedekah, Luar biasa. Membiasakan diri berbagi sesama, terutama ketika kita merasa memiliki rejeki yang lapang, ketika kita senang, lagi galau, ketaki ada masalah, dalam segala suasana bersedekalah, jadi nafas kita sedekah, Maka hakekat sedekah adala memberi manfaat, Bayangkan ketika Orang meninggal terputus hubungan duniawi kecuali Ilmu yang diamalkan, amal jariah, anak Soleh, ketiganya itu adakah wujud sedekah.
“Jadi hakekat sedekah itu adalah kebaikan, kemaslahatan, manfat kepada Allah, kepada Manusia dan lingkungan, sebagai wujud rahmatan lilalamin,” terangnya.
Kuliah Ramadan terakhir semalam kembali diisi dialog interaktif dan bertanya melalui room chat, dari beberapa orang Jemaah Zoom dengan narasumber, Jafar Hafsah yang penis buku itu
Sebelum Program Kuliah Ramadan ditutup, Ketua Umum BPP KKSS, Muchlis Patahna menyampaikan ungkapan terima kasih dan memuji materi presentasi Pak Jafar. “Kuliah Pak Jafar sungguh mencerahkan tentang sedekah. Kami sedang menunggu proses legalitas lembaga Zakat atas nama BPP KKSS. Setelah lembaga itu berdiri, Bapak dan Ibu jika mau berzakat, bersedekah, atau berwakaf melalui KKSS, kami akan terima dan menyalurkan ke warga kita yang betul-betul memerlukannya. Kita ini sudah perlu meningkat ke tahap aplikasi atau action, kata Muchlis Patahana.
Acara ditutup oleh Prof. Awaluddin Tjalla sebagai koordinator program Ramadan yang juga salah satu Wakil Ketua Umum BPP KKSS yang membawahi dua Departemen: Cendekiawan dan Kerohanian, setelah pembacaan doa penutup oleh Bapak H. M. Jaya Lupa, spesialis pembaca doa BPP KKSS di setiap ujung acara kuliah Ramadan melalui channel Zoom dan YouTube.
(M. Saleh Mude)
