20201114_225547

Makassar, NewsMetropol – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan sebagai harapan bangsa, generasi muda dituntut kreatif dengan menggunakan teknologi sebagai celah untuk maju dan tumbuh.

“Eramu tersedia, era yang serba uncertain, tapi dengan tingkat kapasitas kritis dan kreatif, didukung behavior yang kuat, membutuhkan keringat, kaum muda bisa menjadi sukses menghadapi ini semua,” ujar Mentan dalam kegiatan bertema “Penguatan Kompetensi Agropreneur Mahasiswa Menuju Swasembada Pangan Indonesia” dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (14/11).

Mentan Syahrul menyebutkan penguatan kompetensi diri generasi muda untuk bergelut pada teknologi adalah hal yang mutlak, dan sektor pertanian merupakan bidang yang memiliki celah untuk pengembangan produktif tersebut.

“Pelemahan perekonomian akan terjadi, namun pertanian tidak, dikarenakan sudah menjadi bukti, pertanian sudah menyumbang 16,4 persen PDB pertumbuhan ekonomi dimana semua sektor turun kecuali kita,” ujarnya lagi.

Mentan memaparkan pembabakan fase, dimana pertanian kini bersiap memasuki gerbang digitalisasi industri 4.0 dan sedikit demi sedikit telah meninggalkan pola-pola lama yang dilakukan oleh para petani sebelumnya dan hal tersebut merupakan peluang berkreasi.

“Pertanian dulu menghadirkan cangkul, itu industri babak pertama, dan ada traktor dan hand traktor, di era induatri kedua. Era ketiga ada teknologi informasi dan elektronik yang diterapkan pada sistem produksi, dan sekarang masuk industri 4.0, pemuda Indonesia harus masuk kesitu,” tegas Mentan Syahrul.

Empat teknologi yang berkembang secara eksponensial di era kedepannya pada era industri 4.0 menurut Mentan Syahrul adalah, siapa yang menguasai teknologi maka akan mememenangkan persaingan, dimulai dari artificial intelegent, dimensional dan robotik, bioteknologi, nano-teknologi, dan sistem jaringan komputasi.

“Teknologi yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan pertanian dapat ditemui pada kemajuan teknologi di era industri 4.0. Bertani besok jangan melihat dengan gaya yang kemarin, bertani besok menggunakan teknologi,” kata Mentan.

Mentan kembali menjelaskan dengan mekanisasi seperti traktor tanpa awak, autonomous traktor, dan robot tanam padi yang kedepan akan digunakan dapat mengintervensi menjadi pertanian dengan mekanisasi yang kuat.

Untuk mengembangkan Sumber Daya Pertanian generasi muda yang profesional, mandiri dan berdaya saing, Kementan mengusung berbagai program diantaranya Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP); Youth Enterpreneurship and Employment Support Services; Kostratani; Duta Petani Milleneal dan Duta Petani Andalan.

Pada kesempatan yang sama Rektor UNM Makassar, Husein Syam, ketika memberikan sambutan mengamini kekuatan sektor pertanian sebagai pendorong perekonomian bangsa Indonesia di tengah pandemi.

“Bangsa kita saat ini sedang bertahan, dan saat ini yang mampu bertahan ditengah keterpurukan dunia, adalah sektor pertanian,” jelas Rektor Husein.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :