IMG-20200818-WA0113

Jakarta, NewsMetropol – Pancasila diucapkan setiap upacara bendera, ditempel disemua kantor pemerintah, dihafal oleh semua murid sekolah, dibahas di berbagai seminar, ditulis di berbagai buku, dikampanyekan di setiap perhelatan politik, didiskusikan di warung kopi dan dijadikan pelajaran wajib di setiap sekolah.

Apakah Pancasila sudah dipahami, dihayati dan diamalkan oleh setiap warga negara Indomesia?

Hari ini 18 Agustus 2020 kita peringati sebagai hari pengesahan Pancasila sebagai dasar falsafah negara.

Pancasila lahir dari nilai-nilai luhur yang gali dari para pendiri bangsa Indonesia. Nilai-nilai inilah menjadi perekat persatuan nasional, jiwa kebangsaan, panduan perilaku, landasan etika bagi warga negara Indonesia.

Warga negara yang mengamalkan Pancasila secara murni dan konsekwen disebut insan Pancasilais.

Pancasila sebagai dasar falsafah negara menjadi landasan sikap dan prilaku setiap warga negara dan jika diamalkan secara murni dan konsekwen baik secara pribadi, di dalam keluarga, di lingkungan masyarakat maupun sebagai warga negara membuat Bangsa Indonseia memiliki peradaban tinggi yang mengagumkan dan menginspirasi dunia.

Baca Juga:  Rutinitas di Jumat Pagi, Mamat Zaeni Ismatullah, SKM., S.Kep., Selalu Mengadakan Sunatan Gratis

Implementasi nilai-nilai setiap sila dalam Pancasila

Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Mengandung nilai-nilai hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Semakin dekat dan diridhoi oleh Tuhan, semakin sholeh dan taat menjalankan perintah agama Tuhan melalui agama dianut maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.

Mengandung nilai nilai hubungan manusia dengan sesamanya. Memiliki sikap saling menghormti dan menyayangi, sikap tenggang rasa, rasa persaudaraan dan rela membantu sesama jika ada yang membutuhkan bantuan. Semakin baik hubungan dengan sesama, maka semakin Pancasilais, demikian juga sebaliknya.

Sila ketiga Persatuan Indonesia.

Mengandung nilai nilai hubungan warga dengan negaranya.
Semangat nasionalime, mencintai negara, rela berkorban untuk negara, jiwa kebangsaan, kepeloporan untuk berkarya bagi negara dan semangat kegotong royongan. Semakin baik hubungan warga dengan negaranya maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Mengandung nilai-nilai mekanisme bernegara atau hubungan rakyat dan pemerintah. Mekanisme bernegara dengan sistem demokrasi dan perwakilan menjadikan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat. Semakin baik hubungan rakyat dengan pemerintah maka semakin Pancasilais demikian sebaliknya.

Baca Juga:  Rutinitas di Jumat Pagi, Mamat Zaeni Ismatullah, SKM., S.Kep., Selalu Mengadakan Sunatan Gratis

Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Mengandung nilai nilai cita-cita luhur bersama bangsa Indonseia yaitu mewujudkan keadilan sosial. Keadilan sosial yang mengandung makna kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk hidup sejahtera dan mengurangi kesenjangan sosial antara satu dengan yang lain. Semakin merata kesejahteraan dan semakin minim kesenjangan sosial maka semakin pancasilais demikian sebaliknya.

Saudarakau sebangsa dan setanah air.
Mari menjadi insan Pancasilais mulai dari diri sendiri, dalam keluarga lingkungan masyarakat dan sebagai warga negara.

Dengan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Pancasila oleh setiap warga negara akan menjadikan Indonesia menjadi negara maju dengan peradaban tinggi yang akan menginspirasi dunia.

Selamat merayakan hari pengesahan Pancasila sebagai dasar Fasafah Negara.

(Syarifuddin Daeng Punna)

KOMENTAR
Share berita ini :