IMG-20191017-WA0053

Masyarakat Suku Tengger saat melaksanakan doa bersama untuk kelancaran pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin terpilih, yang akan digelar di Gedung DPR/MPR RI pada Ahad (20/10) mendatang.

Lumajang, NewsMetropol – Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih tinggal menghitung jam.

Sebagaimana diketahui, sesuai jadwal pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden dan K.H. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden akan digelar di Gedung DPR/MPR RI pada Ahad (20/10) mendatang.

Untuk kelancaran prosesi pelantikan itu, ratusan masyarakat Suku Tengger berkumpul dan berdoa bersama agar acara pelantikan orang nomor satu di Indonesia tersebut berjalan aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut digelar di Pura Sanggar Agung Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten, Kamis (17/10).

Mereka yang sebagian besar bermata pencaharian bercocok tanam tersebut menyempatkan diri untuk berkumpul dan sembahyang serta mendokan untuk kondusifitas nasional.

Doa bersama ini mereka lakukan lantaran dalam setiap tahapan Pemilu 2019 ini selalu diwarnai dengan tensi yang cukup panas.

Baca Juga:  Diduga Geram Diberitakan, Wartawan JY dari Lebak Ajak Duel dan Ngaku Ingin Dihukum

Apalagi pada puncak pengumuman Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu, terjadi bentrok antara pihak Kepolisian dengan sekelompok masyarakat yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan bahwa personil Polres Lumajang siap mengamankan wilayah hukum Kabupaten Lumajang dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Kami telah siap seratus persen dalam pengamanan pelantikan Presiden dan wakil Presiden yang akan digelar pada tanggal dua puluh Oktober besok. Selain anggota Polri, kami juga akan bahu membahu bersama TNI serta dari unsur Satgas Keamanan Desa agar wilayah hukum Polres Lumajang tetap dalam keadaan aman dan damai,” ujarnya.

Senada dengan itu, salah seorang warga Suku Tengger, Karole mengatakan, dirinya bersama warga Suku tengger lain tak ingin melihat lagi kerusuhan hanya karena perbedaan pendapat dalam pemilihan Presiden kemarin.

Baca Juga:  Diduga Geram Diberitakan, Wartawan JY dari Lebak Ajak Duel dan Ngaku Ingin Dihukum

“Kita semua tak sama, lahir dan dibesarkan pun dalam proses yang berbeda-beda. Sudah sewajarnya kita semua menerima kekalahan maupun kemenangan dalam demokrasi secara lapang dada. Kami warga Tengger memiliki harapan tinggi kepada Presiden terpilih agar mampu membawa negara kita ini semakin maju dan disegani oleh bangsa lain,” ujarnya.

Sebagai informasi, Suku Tengger adalah suku yang penduduknya bertempat tinggal di sekitar Gunung Bromo. Suku ini memiliki tradisi yang sangat berkaitan erat dengan gunung Bromo.

Keunikan suku ini memiliki bahasa, kepercayaan dan kebudayaan yang terbilang unik.

Masyarakat Tengger yang bermukim di sekitar gunung Bromo ini terkenal dengan upacara yadnya kasada.

Keunikan lain dari suku ini adalah mereka mempunyai penanggalan sendiri selain penanggalan masehi.

Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul nama Tengger seperti ada yang berpendapat bahwa Tengger mempunyai arti “pegunungan yang menjadi tempat tinggal mereka”.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :