Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu Drs. Abdillaf Alkaf (keempat dari kiri), Kabid Pencegahan Kebakaran Supriyanto, ST.MM., dan jajarannya.
Batu, Metropol – Dalam rangka mewujudkan masyarakat siaga terhadap penanganan kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu mengadakan penyuluhan dan simulasi yang dilaksanakan di Balaikota Among Tani Kota Batu, Rabu (13/12) kemarin.
Kabid Pencegahan Kebakaran Kota Batu, Supriyanto, ST.MM., menjelaskan, bahwa Dinas Penanggulangan Kebakaran saat ini menginjak usia 1 tahun, sebelumnya adalah UPT yang dipimpin eselon IV dan kini telah dipimpin eselon 2 yaitu Kepala Dinas.
Bidang Pencegahan Kebakaran memiliki tiga seksi, yaitu Seksi Kesiapsiagaan, Seksi Penyuluhan, Simulasi, serta Seksi Inspeksi dan Proteksi Kebakaran. Maka, tugas dan gungsinya antara lain meminimalisir terjadinya kebakaran di Kota Batu.
“Secara rutin penyuluhan dan simulasi telah dilakukan oleh petugas kami yang berjumlah 22 orang ke Desa dan Kelurahan di Kota Batu,” kata Supriyanto saat mendampingi Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu, Drs. Abdillaf Alkaf.
Menurut Supriyanto, para petugasnya tersertifikasi dan mendapatkan pengakuan Kementerian Dalam Negeri yang telah lulus mengikuti diklat penaggulangan kebakaran di Ciracas.
“Sejauh ini kami telah menginspeksi alat proteksi kebakaran di beberapa lokasi, antara lain lembaga pendidikan, Bank, Tempat usaha, dll,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata dia, sesuai tujuan Dinas Penanggulangan Kebakaran dalam mewujudkan masyarakat siaga, akan dibentuk Satlakar (Satuan Relawan Kebakaran) Atau Balakar (Bantuan Relawan Kebakaran) pada 2018 mendatang.
“Ibu rumah tangga juga menjadi sasaran lingkup terkecil diberikannya pengetahuan dan pemahaman, sehingga mereka tanggap dalam menangani terjadinya kebakaran berskala kecil. Sebagai contoh, simulasi diperlihatkan bagaimana penanganan kebocoran Elpiji dan kebakarannya,” jelas Supriyanto.
Contoh lain, dia menyebut telah melaksanakan simulasi di tempat wisata Museum Angkut dengan sasaran management, security dan pelaku usaha di perahu apung.
“Yang pasti, harapan kami bisa memberikan pelayanan standart maximal kepada masyarakat Batu dan mengajak mereka tanggap dan mengerti bagaimana menangani pemadaman api saat terjadi kebakaran,” katanya.
Supriyanto juga mengatakan, Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu siap memberikan penyuluhan bagi masyarakat yang mengajukan permintaan untuk dilakukan simulasi di daerah atau tempat usahanya.
“Pengajuan secara gratis, karena itu merupakan salah satu Tusi kami memberikan pemahaman kepada masyarakat,” imbuhnya.
Secara teknis tinggal berkirim surat untuk diinventarisasi dan dijadwalkan waktunya, jelas Kabid Pencegahan kebakaran itu mengakhiri penjelasannya.
(Yud/Rin)
