Halimah Kebakaran

NTT, NewsMetropol – Diduga lalai dan kurang berhati-hati meletakan lilin di tempat aman, sebuah kios milik Halimah di Pasar Inpres (Paris) Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur bersama barang dagangannya ludes terbakar sekira pukul 20.15 Wita, Sabtu (17/04).

Saksi mata Wahyudi keponakan Halimah di lokasi kejadian mengatakan bahwa sebelum kejadian menjelang magrib dan sholat teraweh Halimah pergi ke kiosnya dan menyalakan lilin di dalam kios dengan keadaan penuh barang dagangan dan ayam piaraan sebanyak belasan ekor, kemudian Halimah langsung menuju ke Masjid Agung Soe untuk mengikuti sholat teraweh.

Usai sholat teraweh tiba-tiba terdengar teriakan warga sekitar pasar inpres bertrriak minta tolong sambil memukul tiang listrik ada kebakaran di Pasar Inpres Soe, setelah Halimah mendengar teriakan masyarakat, dia langsung bergegas ke kios dan ternyata kios miliknya yang penuh barang dagangan ludes terbakar rata tanah.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

Terpisah di kediamanya di RT 002 RW 003, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Halimah saat dimintai keterangan membantah bahwa dirinya ke kios tidak membawa lilin akan tetapi membawa lampu senter cas.

“Saya waktu ke kios tidak bawa lilin, saya bawa lampu cas, dan kios sudah dua bulan tidak di buka karena Covid 19, kalaupun buka tidak rutin karena takut corona,” katanya.

Kendati demikian, Halimah mengatakan dapat menerima peristiwa kebakaran yang terjadi sebagai ujian Iman dari Allah menjelang bulan suci ramadhan sambil menangis terseduh-seduh.

Tampak Anggota DPRD TTS Komis II, Laurens Jehau yang turut memadamkan api di tempat kejadian, atas kejadian tersebut Laurens meminta agar Pemerintah Daerah melalui dinas teknis di antaranya Dinas Sosial , BPBD Kabupaten TTS, Bapenda TTS untuk segera mendata atau menginventarisir berapa banyak material barang yang hangus terbakar sehingga korban dapat di bantu sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

“Selain membantu material barang dan makanan, dimohon kepada Pemerintah Daerah untuk segera membangun bak penampung sebagai penangkal di areal lingkungan Pasar Inpres agar kedepan jika terjadi kebakaran maka warga tidak mengalami kesulitan dalam memadamkan api, termasuk sumur bor juga harus di bangun di dalam Pasar Inpres Soe,” katanya.

“Sebelumnya warga sekitar mengaku telah melihat dari bubungan kios ada asap yang menyala sehingga berteriak dan memukul tiang listrik,” tambah Laurens.

Kerugian material akibat terjadi bencana kebakaran tersebut di perkirakan mencapai Rp.25 juta .

(Fan)

KOMENTAR
Share berita ini :