Pangkep, NewsMetropol – Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Nasdem, drg. Hj. Hasnah Syam MARS melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam Kunkernya itu, Hasnah Syam menyerahkan secara langsung bantuan Alat Kesehatan (Alkes) dan Alat Pelindung Diri (APD) yang diterima oleh Bupati Pangkep H. Muh. Yusran Lalogau S.Pi. M.Si., di Aula Kantor Bupati Pangkep, pada Senin (24/5).
Selain menyerahkan Alkes, Legislator Senayan ini juga menyerahkan bantuan Makanan tambahan bagi ibu hamil dan Balita dan sekaligus memberi sambutan dalam pembukaan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan yang merupakan hasil kerjasama DPR RI Komisi IX dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya dihadapan Bupati Pangkep Muh. Yusran Lalogau, Ketua DPRD Pangkep H. Abdul Haris Ghani, Kepala BBPOM Hardaningsih A.Pt. MHSM, Ketua PKK Pangkep Nurlita Wulan Purnama, para Anggota DPRD fraksi Nasdem dan Tokoh Masyarakat peserta sosialisasi, Hasnah Syam menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan yang hangat oleh Bupati Pangkep beserta jajarannya.
Hasnah Syam mengatakan, sementara ini masih dalam suasana Idul Fitri 1442 Hijriah, olehnya itu, tak lupa dirinya mengucapkan selamat Idul Fitri Minal Aidzin wal Faidzin.
Dirinya mengurai, kunjungan kerja ini akan dilakukan untuk seluruh Dapil pemilihan, setelah kemarin Kabupaten Soppeng, hari ini Kabupaten Pangkep, berikutnya Kabupaten Maros dan Bulukumba.
“Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi dan sosialisasi KIE, sekaligus menyerahkan bantuan Alkes untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang Pangkep. Selain itu, kita juga memberikan bantuan makanan tambahan bagi Bumil dan Balita,” ungkapnya.
Menurutnya, bantuan ini jangan dilihat dari nilainya, akan tetapi ini adalah bentuk kepedulian, dalam menangani masalah kesehatan utamanya dalam upaya memutus mata rantai covid19.
“Kami selaku Anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi Kesehatan berupaya untuk terus memperhatikan masalah kesehatan khususnya di Kabupaten Pangkep. Selain itu, melalui sosialisasi ini kita berharap masyarakat lebih cerdas memilih makanan, obat dan Kosmetik yang layak untuk digunakan,” terang Hasnah Syam.
Hasnah Syam juga berharap kepada peserta sosialisasi agar memberikan informasi ini kepada keluarga, sahabat dan masyarakat.
“Mengingat sekarang ini kita masih berada dalam suasana pandemi Covid19, maka peserta sosialisasi terbatas. Olehnya itu, diharapkan kepada para peserta sosialisasi yang hadir saat ini dapat membagi informasi ini kepada keluarga dan masyarakat, sehingga kita semua dapat terlindungi dari bahaya obat, makanan dan kosmetik yang berbahaya,” ucap Hasnah Syam yang juga adalah Istri Bupati Barru H. Suardi Saleh
Sementara itu, Bupati Pangkep H. Muh. Yusran Lalogau menyampaikan terima kasih atas kunjungan Anggota DPR RI Hasnah Syam dari Partai Nasdem.
“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Pangkep dan segenap masyarakat Pangkep mengucapkan selamat datang kepada Anggota DPR RI Hasnah Syam,” ungkap Bupati Pangkep diikuti tepuk tangan para hadirin peserta sosialisasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pangkep Muh. Yusran menjelaskan bahwa Kabupaten Pangkep adalah wilayah 3 dimensi dimana wilayahny terdiri dari Pengunungan, Dataran rendah dan Laut dengan jumlah penduduk kurang lebih 351 ribu jiwa, luas wilayah kurang lebih 1112 kilometer persegi.
“Berbicara masalah pangan, di Kabupaten Pangkep banyak terdapat pedagang pedagang yang menjual makanan siap saji, olehnya itu diperlukan upaya dari pemerintah untuk melakukan perlindungan kepada seluruh masyarakat terkait makanan yang layak dan aman untuk dikomsumsi, salah satunya dengan melalui sosialisasi KIE ini,” pungkas Bupati Pangkep.
Sementara itu, Kepala BBPOM Makassar Hardaningsih menambahkan bahwa, masyarakat harus diberdayakan salah satunya melalui Sosialisasi KIE Obat, Obat Tradisional, Makanan dan Kosmetik.
“Sosialisasi ini akan memberikan Informasi pengetahuan tentang bagaimana memilih obat, makanan dan kosmetik yang aman untuk digunakan,” tambah Hardaningsih.
(Ahkam)
