Reporter : Rahmat | Editor : Widi Dwiyanto

LOMBOK UTARA, NEWSMETROPOL.id – Sebagai bentuk perhatian khusus terhadap kawasan wisata, Aparat Kepolisian dari Subdit II Ditreskrimum Polda NTB merespon cepat laporan pengaduan masyarakat terkait penyegelan Villa Bella di Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal.

Tim Opsnal Subdit II Ditreskrimum Polda NTB yang dipimpin AKP Akmal Noviar, S.I.K., turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) Villa Bella Trawangan, untuk melakukan idetivikasi, Selasa (12/09/2023).

Perwira pertama yang menjabat sebagai Kanit Subdit II Ditreskrimum Polda NTB itu menjelaskan kedatangannya bersama tim ke TKP untuk melakukan identivikasi terkait laporan penyegelan dan penutupan Villa Bella Trawangan yang di lakukan oleh sekelompok orang yang tidak di kenal.

“Kami dari Subdit II Ditreskrimum Polda NTB kemari untuk melakukan identivikasi terkait laporan masyarakat tentang penyegelan dan penutupan Villa Bella Trawangan oleh sekelompok orang yang tak dikenal,” ucapnya.

Saat ini kami sedang melakukan tahap lidik dan mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan saksi untuk segera kami tingkatkan perkaranya ke tingkat penyidikan,” ujarnya.

“Sudah ada laporan polisinya, kasus penyegelan dan penutupan Villa Bella Trawangan ini dan terlapornya berinisial SM, nanti kita akan gelar perkaranya untuk menetapkan tersangkanya,” katanya.

Kasus penyegelan Villa Bella Trawangan yang di lakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal pada beberapa waktu lalu, mengakibatkan kondusifitas di daerah tujuan wisata dunia tersebut menjadi terganggu, sejumlah karyawan mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.

Kuasa Hukum PT Villa Bella Trawangan, Muhammad Mansur, S.H., M.H., menjelaskan, mengacu dengan kejadian tersebut cliennya sangat dirugikan sehari rata-rata bisa mencapai ratusan juta,” terangnya.

“Makanya kita lapor polisi biar pelakunya segera di proses hukum. Ini kejadian baru terjadi sekarang padahal clien kami sudah mengelola tempat ini dari tahun 2016 silam,” imbuhnya.

Semenra aksi penyegelan dan penutupan Villa Bella Trawangan milik WNA berkewarganegaraan Aljazair itu diawali akibat polemik sengketa lahan Gili Trawangan Indah (GTI).

“Namun hal itu malah menjadi kabur, pasalnnya lahan seluas 13 Are lokasi Villa Bella di peroleh pemilik dengan cara jual beli seharga 7 Milyar,” pungkas Muhamad Mansur.

Ditempat yang sama, tokoh pemuda Lombok Utara, Nusabandi mengatakan, aksi penyegelan dan penutupan Villa Bella oleh sekelompok orang tidak di kenal, dilakukan saat sedang ramai-ramainya tamu atau touris asing.

“Hal itu bisa menimbulkan kesan tidak baik dan berimbas terhadap iklim pariwisata kita pasca gempa dan pandemi Covid-19. Sebagai warga yang terkenal ramah tentu kami tidak dapat membenarkan dan menyayangkan perilaku seperti itu, ya kalau ada persoalan mari kita duduk bersama berdiskusi mencari solusi atau jalan keluar yang baik,” pintannya.

“Tapi kalau sudah berpolemik dengan hukum, kami harap Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Lombok Utara, maupun Polda NTB segera bertindak dan memperoses para pelaku penyegelan dan penutupan Villa Bella Trawangan,” tambahnya.

“Agar iklim pariwisata di Kabupaten Lombok Utara khususnya di Gili Trawangan tetap terjaga kondusif dan membuat wisatawan menjadi nyaman menikmati liburnya di pulau yang dijuluki serpihan sorga tersebut,” pungkasnya.

KOMENTAR
Share berita ini :