Deprecated: Fungsi is_staging_site tidak berlaku lagi sejak versi 3.3.0! Gunakan in_safe_mode sebagai penggantinya. in /home3/news2652/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
KSPI Desak Menaker Dicopot, Buntut Buruh Meninggal Karena Petasan - News Metropol
Deprecated: Fungsi is_staging_site tidak berlaku lagi sejak versi 3.3.0! Gunakan in_safe_mode sebagai penggantinya. in /home3/news2652/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078

Deprecated: strpos(): Passing null to parameter #1 ($haystack) of type string is deprecated in /home3/news2652/public_html/wp-content/plugins/latest-posts-block-lite/src/fonts.php on line 50

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Banten, Metropol – Seluruh Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengucapkan duka cita terhadap para pekerja yang menjadi korban meledaknya pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, Banten pada Kamis (26/10/).

Seperti diberitakan sejumlah media, setidaknya ada 47 orang pekerja meninggal dunia dan puluhan lain mengalami luka-luka atas meledaknya pabrik petasan tersebut.

“KSPI mengutuk keras pengusaha pabrik petasan yang telah lalai dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta usai ledakan terjadi.

Terlebih lagi kata dia perusahaan yang diduga tidak memiliki izin.

Menurut Said Iqbal, Kadisnaker dan Menaker harus bertanggung jawab karena puluhan nyawa buruh hilang sia-sia akibat kejadian ini.

Dia menilai, ini adalah akibat tindak pidana pengusahanya dan kelalaian Kadisnaker dan Menaker dalam melakukan pengawasan. Oleh karena itu, KSPI mendesak agar Kadisnakertrans Tangerang dan Menaker dicopot.

“KSPI menuntut penjarakan pengusahanya. Copot Kadisnaker Tangerang. Selain itu Menaker harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawab moral,” tegas pria yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ini.

Lebih lanjut Said Iqbal mendesak Presiden Joko Widodo agar memberhentikan Menteri Ketenagakerjaan karena kasus pelanggaran K3 yang terus berulang.

Sebelumnya di Tangerang juga terjadi kasus perbudakan di pabrik panci dan ledakan pabrik Mandom di Bekasi yang merenggut nyawa 20 orang buruh.

“Menaker gagal memberikan perlindungan. Karena itu, buruh Indonesia mendesak Menaker dicopot,” pungkasnya.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :