Enrekang, Metropol – Kantor penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Enrekang diresmikan pada tanggal 20 November 2014 lalu. Kantor yang di design transparan mulai dari front office sampai ke back office ini seluruh design interior dan perangkatnya di support oleh project SIPS-KPK. KPMPTSP, adalah satu dari tiga focus Project SIPS-KPK dan termasuk Admindukcapil dan PBJ di Kabupaten Enrekang. Karena itu dalam acara peresmian selain dihadiri oleh Deriktur Project SIPS Peter, hadir pula Direktur Penelitian dan pengembangan KPK Rony Dwi Susanto.

Dalam sambutannya Direktur Litbang KPK memberikan warning kepada Bupati dan jajarannya untuk tidak mencoba-coba mendekati praktek korupsi. “Jika ingin kaya jangan jadi pegawai, tidak ada keberkahan hidup yang didapat dalam kecurangan,” kata Rony.

Rony juga mengatakan, bahwa tindak kejahatan korupsi bukan saja hanya dilakukan oleh para pejabat, tetapi juga bisa dilakukan oleh keluarga dekatnya. Seperti istri dan saudara-saudaranya, seperti yang banyak terjadi dan saat ini sedang berurusan dengan KPK.

“Tidak terkecuali semua jajaran kantor penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintupun diminta untuk tidak mencoba melakukan berbagai negosiasi dalam melakukan penyelesaian proses perizinan. Apalagi mencoba menerima suap atau gratifikasi karena akan fatal akibatnya. Itulah mengapa kantor perijinan yng merupakan binaan project SIPS-KPK dirancang transparan untuk meminimalisir terjadinya praktek korupsi disamping itu masyarakat pengguna layanan ini bisa melihat dari luar proses penyelesaian perijinan,” jelasnya.

Usai pengguntingan pita yang dilakukan oleh Bupati Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd. Para undangan diajak keliling kantor melihat desiagn kantor dan isinya yang secara keseluruhan dirancang dan disupport oleh Project SIPS-KPK. (Sry YN)

KOMENTAR
Share berita ini :