Danrem 162/WB, Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., sebagai Inspektur Upacara peringati Hari Juang Kartika ke 72 Tahun 2017 di Lapangan Yonif 742/SWY Gebang Mataram, Jumat (15/12).
Mataram, Metropol – Ratusan prajurit Korem 162/WB dan jajaran melaksanakan upacara Hari Juang Kartika ke 72 Tahun 2017 di Lapangan Yonif 742/SWY Gebang Mataram, Jumat (15/12).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Danrem 162/WB, Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., dengan tema yang diangkat pada peringatan Hari Juang Kartika kali ini “TNI AD Kuat Bersama Rakyat.”
Danrem 162/WB dalam sambutannya mengatakan, Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.
”Tentara hanya mempunyai satu kewajiban, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya. Sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagipula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh. Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga,” ujarnya.
Selain itu Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam amanat yang dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan, hari ini tepat ke 72 tahun, dimana ada peristiwa lalu yang dikenal dengan Palagan Ambarawa, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal TNI bersama rakyat berhasil memukul mundur tentara sekutu yang memiliki persenjataan modern, kemampuan taktik dan strategi perang.
Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukan hanya sebatas hubungan profesionalitas saja. Namun TNI AD lahir dari rakyat, sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat dan kondisi ini selaras dengan tema yang ditetapkan pada Hari Juang Kartika tahun 2017 ini, yaitu; “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”.
Ditambahkannya, berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan sebagai rangkaian memperingati Hari Juang Kartika tahun 2017 ini antara lain acara syukuran, ziarah dan Lomba Lari 10 KM yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Kodam dan melibatkan 67.328 orang dari berbagai kalangan.
Selain itu, paparnya kembali, dilaksanakan pula berbagai kegiatan bakti sosial seperti pemberian Sembako sejumlah 27.152 paket, santunan kepada 2.976 orang Veteran dan Warakawuri, donor darah sejumlah 20.460 orang, khitanan massal sejumlah 2.486 orang, operasi bibir sumbing sejumlah 247 orang, operasi katarak sejumlah 2.668 orang dan pengobatan massal sejumlah 19.262 orang. Dibidang karya bakti, telah dilaksanakan penanaman 149.490 pohon di seluruh wilayah.
“Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” kata Danrem 162/WB.
Sejalan dengan visi Panglima TNI, lanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mewujudkan TNI yang profesional dan modern serta memiliki kemampuan proyeksi regional serta komitmen global.
“Maka diperlukan dukungan dan komitmen yang kuat antara TNI, pemerintah, rakyat dan komponen Bangsa lainnya, sehingga cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Macan Asia bahkan Dunia, yang disegani kawan dan ditakuti lawan, bukanlah mimpi belaka,” tegasnya.
Kegiatan upacara yang dihadiri oleh sejumlah undangan yakni Danlanud Rembiga beserta Ibu, Perwakilan Danlanal Mataram, Perwakilan Kapolda NTB, para Veteran dan para pejabat Korem 162/WB dan jajaran antara lain Kasrem 162/WB, Dandim se Pulau Lombok, para kasi Korem 162/WB, Dan/Ka/Pa Satdisjan Korem 162/WB, Ibu-Ibu pengurus Persit KCK Koorcab Korem 162 dengan peserta upacara sebagai dari Makorem 162/WB, gabungan Disjan, Kodim se Pulau Lombok, Yonif 742/SWY, Brimob Polda NTB, dan Polres Mataram, ASN, Basarnas NTB, Senkom, Menwa, IPDN dan Pramuka.
(Rahmat)
