Nunukan, Metropol – Upacara gabungan antara TNI dan POLRI yang dilaksanakan di lapangan Kodim 0911 Nunukan, Kalimantan Utara. Dihadiri Kodim, Koramil, Satgas Pamtas Lanal, Polres dan Brimob. Komandan upacara Kapten Martono dari Pasi Intel Kodim dan Inspektur upacara langsung di pimpin oleh Komandan Kodim Kol. Kaveleri Falian Wicaksono Makdi, S.Sos., Senin (18/04).
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Inspektur Upacara. Panglima TNI mengucapkan terima kasih atas penghargaan kinerja Prajurit TNI dan PNS TNI. Panglima TNI lebih menegaskan, jangan sampai ada lagi satu pun Prajurit TNI atau PNS TNI yang terlibat dalam penggunaan Narkoba terlebih di lingkungan Kodim 0911 di Nunukan.
Selain itu amanat yang disampaikan juga mengenai radikalisme dan terorisme yang sungguh memerlukan pencermatan serta kehati-hatian, karena semua hal tersebut, terlalu banyak godaan, tantangan, gangguan dan hambatan selalu ada di depan.
Setelah pelaksanaan upacara selesai di lanjutkan dengan rangkaian kegiatan P4GN yaitu tentang penyuluhan narkoba dan tes urin dari Kodim 90 orang dan SUBDENPOM 6 orang..
Tes Urine di pimpin langsung Dandim 0911 didampingi Staf Intel Kodim beserta Subden Pom dalam pengawasan kegiatan tes urine tersebut. Adapun Team pemeriksa ini dilakukan oleh Kepala Poskes Pelda Nyadianto beserta 3 orang anggotanya dari Poskes Kesdam kesatuan wilayah Nunukan, Kalimantan utara .
Saat ditemui Metropol Kol. Kaveleri Falian Wicaksono Makdi, S.Sos mengatakan, “program ini adalah program rutin kita dalam setiap triwulan yaitu kegiatan tentang P4GN. Salah satunya itu kita mewujudkan dalam melaksanakan pemeriksaan urine kepada prajurit. Dan ini dilaksanakan dengan bersama dalam acara upacara gabungan yang kita selenggarakan tapi kedepan akan dilaksanakan secara acak, waktu dan tempatnya bisa dimana saja,” katanya.
Ditambahkannya, kedepannya di Kodim 0911 setiap prajurit direncanakan harus membawa dua testpek sebagai upaya untuk pengamanan tubuh satuan ke dalam, sehingga aparat harus yakin bersih dulu dan bertugas dengan baik, dikarenakan wilayah perbatasan ini adalah pintu masuk jaringan narkoba, dan kegiatan ini juga bersinergi bersama pihak kepolisan sebagai aparat hukum tetap mendukung.
(Oktavianus)
