IMG-20201010-WA0152

Ilustrasi KKSB Papua.

Nduga, NewsMetropol – Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua kembali melakukan penyerangan terhadap Pos TNI di Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Sabtu (10/10).

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi. IGN Suriastawa mengatakan penyerangan secara membabi buta oleh KKSB di Pos Yonif 330/PR itu berlangsung sekira 23 menit dari pukul 05.48 hingga 06.10 WIT.

Kata dia, penyerangan oleh gerombolan itu dilakukan dengan maksud agar pasukan TNI melakukan hal yang sama.

“Penembakan benar pagi-pagi smemberikan tembakan gangguan untuk pengelabuan. Hal ini dilakukan untuk memancing TNI membalas tembakan tapi TNI tidak terpancing, tidak ada satupun TNI membalas tembakan,” ujar Kapen Kogabwilhan III, Sabtu (10/10).

Baca Juga:  Wapang TNI dan Menhan RI Tinjau Yon TP di Jawa Tengah, Perkuat Kesiapan Pertahanan dan Ketahanan Wilayah

Menurutnya, tembakan membabi-buta tersebut merupakan metode KKSB yang selalu menggunakan masyarakat Papua sebagai tameng hidup.

“Sengaja dilakukan dengan maksud TNI mau membalasnya dan di saat bersamaan KKSB mengharapkan ada masyarakat yang melintas atau melaksanakan aktivitas pagi di dekat lokasi tersebut,” terangnya.

Selanjutnya jelas dia, kalau terjadi korban tembakan maka dibuatlah berita bahwa TNI telah menembak masyarakat.

“Lebih membahayakan lagi bila KKSB sudah menggunakan kelicikannya dengan menghalalkan segala cara untuk membuat suasana mencekam di masyarakat dengan mode tameng hidupnya berupa tokoh agama, tokoh adat atau tokoh masyarakat,” jelasnya.

Kapen Kogabwilhan III menyebut bahwa tindakan provokatif KKSB tersebut merupakan upaya menghambat pembangunan di Papua.

Baca Juga:  Panglima TNI Hadiri Peluncuran Biodiesel B50, Dukung Penguatan Kemandirian Energi Nasional

“Dengan aksi terornya yang mencekam terhadap masyarakat, kita semua harus berkomitmen segala sesuatu yang kita kerjakan hanya untuk kedamaian dan kemajuan papua, stop kekerasan dan korban-korban yang tidak seharusnya terjadi,” tandasnya.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :