IMG-20200917-WA0147

Barru, Newsmetropol – Sebanyak 350 personil gabungan TNI-Polri diturunkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Barru, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis siang, (17/9).

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru, AKBP. Welly Abdillah, SH. S.Ik., disela-sela berlangsungnya aksi unjuk rasa.
“Untuk pengamanan aksi unjuk rasa pada hari ini, kami menurunkan 350 personil gabungan TNI-Polri dan juga dari Brimob,” ujarnya.

Menurut Kapolres Barru, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan koordinator lapangan (Korlap) agar tidak anarkis dalam menyampaikan tuntutannya serta tetap menggunakan masker.

“Terkait fisical distancing, kami juga sudah menyampaikan kepada Koplap agar seluruh peserta aksi wajib mengunakan masker,” ucapnya.

Sementara itu, Maslim selaku kordinator aksi dari Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) menuntut pihak Kejaksaan agar mengusut tuntas dugaan korupsi proyek jembatan Bamba Kabupaten Pinrang.

“Kami cuma berharap agar pihak kejaksaan, serius dalam menangani kasus ini, (proyek jembatan Bamba) dimana sudah ada dua orang yang telah berstatus tersangka,” katanya.

Menanggapi aksi unjuk rasa para demonstran Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) tersebut, Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Barru, Ardi Suryanto SH., mengatakan bahwa, aksi unjuk rasa adalah hal wajar untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

“Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para Mahasiswa atau GERMAK ini wajar untuk menyampaikan aspirasi, selama tidak anarkis dan tentunya aksi unjuk rasa harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang undangan,” ungkap Kajari Barru.

(Ahkam)

KOMENTAR
Share berita ini :