Kapolda NTB Brigjen. Pol. Drs. Firli dalam kunjungan kerjanya silaturrahim bersama Bupati Lombok Utara Dr H. Najmul Ahyar, SH., MH.

Lombok Utara, Metropol – Mewaspadai modus baru pencurian hewan ternak yang meresahkan masyarakat, oleh pelaku langsung dipotong ditempat. Kapolda minta kepada masyarakat lebih waspada dan tingkatkan kerjasama dengan pihaknya untuk memberikan informasi. Demikian disampaikan Kapolda NTB Bigjen Pol Drs. Firli, dalam sambutannya baru baru ini, pada acara kunjungan kerja silaturrahim bersama Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mantan Ajudan Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono itu menjelaskan, modus baru pelaku pencurian hewan ternak potong ditempat, kemudian jika pelaku tidak sempat potong ditempat, pelaku tersebut menggiring hewan ternak curiannya lansung kepinggir pantai untuk diangkut pakai kapal motor speed boat melalui jalur laut. Oleh karena itu, Firli menghimbau kepada semua pihak untuk bekerjasama dalam keamanan guna memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Ini modus baru dalam pencurian hewan ternak, sehingga kita minta masyarakat kerjasama untuk berbabagi informasi dalam rangka menciptakan rasa aman, tertip, tentram, tenang, damai dan nyaman. NTB harus kita jaga bersama,” terang Kapolda.

Selain itu, Firli menambahkan, di wilayah Kabupaten Lombok Utara kecelakaan berlalu lintas kerap terjadi disebabkan karena tingkat disiplin pengendara sangat rendah. “Hal ini terjadi disebabkan berbagai faktor diantaranya, meminum minuman keras disaat bepergian mengendarai kendaraan dan tidak mematuhi rambu rambu lalulintas,” jelas Kapolda.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Dr H. Najmul Ahyar, SH., MH mengawali sambutannya menyatakan, selamat datang Bapak Kapolda NTB Brigjen. Pol. Drs. Firli, bersama rombongan, semoga Bapak Kapolda betah bertugas di NTB sembari Najmul menjelaskan bahwa KLU adalah Kabupaten termuda dari 8 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB.

Lanjut Bupati Lombok Utara mengatakan, KLU usianya baru menginjak 8 tahun, sehingga masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Dia mengusulkan kepada Kapolda agar Kapolres Lombok Barat tidak lagi menangani perkara tindak pidana di KLU. “Cukup diserahkan untuk ditangani Polres Lombok Utara saja, supaya masyarakat KLU tidak terlalu jauh menghadiri panggilan,” pinta Bupati dalam sambutannya.

Diakhir sambutannya, Bupati minta kepada Kapolda untuk menjelaskan terkait Saber Pungli kepada para Kades, Kepala Dinas dan Staf SKPD Kabupaten Lombok Utara.

Hadir pada acara tersebut, sejumlah Kepala Desa, Camat, Kepala Dinas serta staf SKPD KLU dan para tokoh masyarakat, tokoh agama, anggota DPRD dan LSM. Acara diakhiri dengan pembacaan doa Kepala Kementerian Agama KLU.

(Rahmat/Taqwa)

KOMENTAR
Share berita ini :