Barru, NewsMetropol – Kerusakan jembatan Dusun Alakangnge dan Jalan Dusun Barantang, Desa Manuba di duga kuat disebabkan karena kendaraan besar over kapasitas, kelebihan muatan kendaraan yang melalaui jalanan dan jembatan tersebut.
Diduga aktifitas kendaraan seperti dumptruk muat pasir sebagai penyebab rusaknya ruas jalan di Dusun Barantang di Desa Manuba. Sehingga bagi pengguna jalan yang melewati jalanan Dusun Barantang Desa Manuba mesti sabar melaluinya.
“Kalau lewat sini kita harus siap bergoyang, sebab bisa oleng ke kanan dan ke kiri, apalagi jalannya tergenang air akibat hujan,” kata salah seorang warga Dusun Barantang Andifa (50), pada Jumat (30/4).
Sementara itu, Kepala Desa Manuba Hasnah Sultan yang dikonfirmasi via WhatsApp Jumat (30/4) mengatakan bahwa, telah melakukan antisipasi dengan membatasi truk pengangkut gabah ataupun kendaraan lainnya untuk melalui jembatan demi keselamatan dan keamanan kendaraan.
“Untuk jembatan kayu yang rusak sekarang ini hanya jenis kendaraan kecil seperti minibus dapat melewatinya. Sedangkan truk gabah ataupun dumptruk pasir tidak dibolehkan lewat untuk sementara sampai adanya proses perbaikan jembatan,” urai Hasnah.
Menurut Kades Hasnah Sultan, ada 2 kegiatan di Manuba, satu pengumpulan pasir dengan melakukan stockfile, sedangkan yang satunya lagi di dusun Palla,e melakukan pemuatan pasir melalui jalur jalan Dusun Barantang.
“Adapun upaya perbaikan yang kami lakukan untuk mengantisipasi kerusakan jalanan dan mencegah agar tidak melebar dengan mengarahkan para sopir dumptruk agar menimbun jalanan yang mereka lalui dan sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun karna keterbatasan dan minim peralatan, hasilnya seperti itu rusak lagi sebab tidak ada yang meratakan,” ungkap Hasnah.
Hasnah menambahkan, selaku Kepala Desa kami sangat bersyukur dan berterima kasih apabila Pemkab Barru dalam hal ini Dinas PU hendak membantu perbaikan jalan dan jembatan di Desa Manuba.
(Ahkam)
