“Sindikat Narkoba bisa masuk ke dalam segala lapisan masyarakat dan segala jenis profesi, baik masyarakat biasa, artis, bahkan pejabat”

Jakarta, Metropol – Sepanjang periode Juni hingga Agustus 2015, Badan Narkotika Nasional telah mengungkap sedikitnya 14 kasus dengan 23 tersangka. Selama durasi tiga bulan tersebut, Indonesia diserbu sindikat Nigeria yang mengatur pengiriman sabu dari Guangzhou. Lebih dari satu kuintal barang haram disita oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Di balik kasus ini, ada sindikat Nigeria yang menjadi pengendalinya.

Deputi Pemberantasan BNN, Deddy Fauzi Elhakim menyebutkan, peredaran sabu seberat lebih dari 1 kuintal ini diotaki oleh sindikat Nigeria. “Mereka membangun jaringan-jaringan yang terputus, dan mengiriman pasokan sabu secara bergelombang dengan jumlah pecahan yang tak terlalu besar, dan dibagi ke berbagai sindikat-sindikat kecil,” kata Deddy saat memberikan keterangan pers, di Gedung BNN, baru-baru ini.

Kepala BNN Anang Iskandar bersama Deddy Fauzi Elhakim memberikan pemahaman kepada para TKI di kawasan Neihu, Taipei, Taiwan, agar mewaspadai tipu daya yang digunakan oleh sindikat Narkoba Internasional, karena para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kerap menjadi sasaran sindikat untuk melakukan penyelundupan Narkoba.

Kondisi para TKI yang rawan terhadap bujuk rayu sindikat Narkoba membuat BNN harus bergerak lebih cepat dalam melakukan antisipasi. Dengan mengadakan sosialisasi di negara-nagara utama tujuan TKI, diharapkan dapat menjadi benteng dalam membangun kesadaran para TKI akan bahaya Narkoba dan dapat memberikan pemahaman terhadap konsekuensi hukum yang akan mereka terima apabila terlibat dalam kejahatan Narkoba.

Dalam sosialisasi ini, Kepala BNN RI meminta agar para TKI harus mewaspadai lingkungan sekitar yang mungkin saja berkaitan dengan Narkoba. Karena pengaruh sindikat Narkoba bisa masuk ke dalam segala lapisan masyarakat dan segala jenis profesi, baik masyarakat biasa, artis, bahkan pejabat. Oleh karenanya, semua elemen komponen warga negara, baik di dalam maupun luar negeri harus ikut melawan Narkoba dan peredaran gelapnya .

“Jika ada yang mengetahui lingkungan kerja atau pergaulannya terindikasi peredaran Narkoba, segera jauhi dan laporkan kepada instansi setempat dan KDEI,” kata Kepala BNN Anang Iskandar.

Dari seluruh kasus yang ada, sindikat Narkoba melakukan modusnya dengan cara yang sama, yaitu melalui paket kiriman dari Guangzho, Tiongkok yang diselipkan dalam mesin alat pijat, tas perempuan, mesin sepeda motor, cartridge printer, dan mesin genset.

Menurut Khoirun Hutapea mahasisawa Universitas Indonesia (UI) dalam tesis yang dibuatnya, bahwa pola-pola perekrutan, penggunaan dan kegiatan kurir dalam jaringan peredaran Narkoba Internasional, dengan cara yaitu ;
a) Swallower
Barang dimasukan dalam kantung plastik kecil khusus/kondom, lalu ditelan sehingga tersimpan di dalam usus dan dikeluarkan bersamaan saat membuang air besar.
b) Body packing
Barang disembunyikan dengan menggunakan perekat/lakban dilekatkan di tubuh pelaku.
c) Tas khusus
Barang dimasukan kedalam tas khusus yang bagian luarnya sudah dilapisi oleh timah hitam untuk melindungi kamera infra red. Tas ini banyak dibuat di kota Bangkok.
d) Sol sepatu
Barang dimasukan ke dalam sol sepatu, dengan cara sol sepatu yang tebal dilepas, lalu dalamnya di isi dengan Narkoba. Setelah diisi, lalu dijahit/dilem kembali.
e) Dalam drum/kaleng.
Barang dimasukan dalam drum/kaleng yang sudah dibagi menjadi 2 bagian. Bagian atas barang yang sebenarnya dan bagian bawah adalah Narkoba. Sehingga jika di periksa, maka yang terlihat hanya barang sesungguhnya, biasanya hal ini dilakukan melalui jalan darat.
f) Paket pos
Barang dimasukan dalam kotak pos, lalu dikirimkan dengan menggunakan jasa paket pos, tanpa identitas pengirim dan nama fiktif dari si penerima dengan menggunakan alamat orang lain, setelah itu baru di ambil ke alamat tersebut dengan alasan salah kirim.
g) Kurir
Barang di bawa seseorang atau beberapa orang yang diberi imbalan uang dalam jumlah besar. Biasanya kurir ada yang tidak mengetahui barang yang di bawanya, dan saat ini banyak warga negara asing menggunakan kurir wanita yang terlebih dahulu dikawini atau dipacari. Cara ini yang gencar sekarang dilakukan oleh warga negara Nigeria atau Black African kepada wanita Indonesia.

(Delly M)

KOMENTAR
Share berita ini :