Para mantan aktivis Organisasi Kepemudaan Islam saat diterima oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, di ruang kerjanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/5).

Jakarta, Metropol – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menerima audiensi para mantan aktivis Organisasi Kepemudaan Islam di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/5).

Sejumlah mantan aktivis yang ditemui oleh HNW itu  mengatasnamakan Aktivis Pemuda Muslim antara lain dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Himpunan Mahasiswa Islam yang dipimpin Abdul Rahman mantan pengurus PB HMI.

Kepada wartawan, Abdul Rahman mengatakan, maksud dari pertemuan itu adalah untuk mendorong HNW maju bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia tahun 2019 mendatang.

Gagasan tersebut diutarakannya mengingat HNW merupakan Cendekiawan Muslim yang dapat merepresentasikan keterwakilan kelompok Islam pada Pilpres 2019 mendatang.

“Setelah kami melakukan kajian, ustadz Hidayat (HNW) ini dapat diterima di kelompok umat Islam mayoritas. Ketokohan ustadz Hidayat bisa menjadi representatif umat Islam untuk bertarung pada pilpres 2019 mendatang,” jelasnya.

Senada dengan itu, Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menjelaskan bahwa gagasan tersebut merupakan hasil kajian yang dilahirkan bersama oleh Aktivis Pemuda Muslim yang mendapatkan respon positif dari hampir semua kelompok itu.

Menanggapi permintaan itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, pendapat itu adalah hal yang wajar dalam berdemokrasi.

Lanjutnya, permintaan itu juga merupakan harapan dari para pemuda yang rindu terhadap demokrasi yang lebih baik, baik itu dari prespektif pelaksanaan demokrasinya, rakyatnya, hingga para calonnya.

Namun Hidayat menilai bahwa, wacana pencalonan dirinya oleh Aktivis Pemuda Muslim itu untuk tampil dalam kepemimpinan nasional, masih terlalu dini, mengingat suksesi kepemimpinan nasional masih sangat jauh.

Untuk itu Hidayat menegaskan, untuk tidak terburu-buru mendeklarasikan dirinya sebagai kandidat dalam pilpres 2019 mendatang.

“Jangan tergesa-gesa, nanti bisa ‘dihabisi’ jauh-jauh hari. Partai juga akan membahas hal ini,” jelas Hidayat.

Hidayat juga mengatakan kontribusi pemuda untuk memajukan Indonesia sangat dibutuhkan sehingga para pemuda juga harus ikut serta dalam membangun masyarakat.

Kata dia, peran serta pemuda dalam membangun masyarakat tidak hanya dapat dilakukan saat menjadi pengurus organisasi saja. Namun lebih dari itu, eksistensi pemuda sebagai generasi penerus bangsa dapat lebih dioptimalkan dengan menjadi generasi yang produktif  dan generasi yang bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya sehari-hari.

“Jangan sampai, karena tidak lagi menjadi pengurus organisasi kepemudaan, maka semangatnya membangun masyarakat berkurang,” katanya.

Kepada para tamunya tersebut, Hidayat berharap bahwa sudah waktunya mereka keluar untuk membangun masyarakat luas sekaligus membuktikan bahwa generasi muda selalu siap melanjutkan tongkat estafet pembangunan, tidak hanya sebatas di organisasi yang pernah dipimpinnya saja.

“Sudah waktunya keluar untuk membangun masyarakat luas, tidak hanya sebatas di organisasi saja,” pungkasnya.

(MP)

KOMENTAR
Share berita ini :