Reporter : Mustaqim | Editor : Widi Dwiyanto

PASANGKAYU, NEWSMETROPOL.id – Abrasi Sungai Kuma mengakibatkan Jalan poros penghubung antara tiga desa, yakni Desa Tamarunang, Desa Taranggi dan Desa Saptanajaya, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu terancam akan putusnya transportasi darat dan ini bukan lagi ancaman baru terhadap tiga desa tersebut, Rabu (06/12/2023).

Sebagai Pemerintah harus ada perhatian terhadap kepentingan masyarakat banyak terutama persoalan transportasi jalan, hal seperti inilah dapat memicu lumpuhnya perekonomian masyarakat desa apabila terjadi jalan penghubung Induk Kecamatan akan rusak.

Apabila bencana Abrasi tersebut hanya di biarkan dan tidak di tangani dengan serius tidak menutup kemungkinan akan menggerus dan menggerogoti pemukiman warga yang bermukim di pelataran Sungai, termasuk wilayah Desa Taranggi.

Saharuddin selaku Ketua BPD Taranggi Kecamatan Duripoku sangat menyangkan atas peristiwa ini, dan mengapa perhatian pemerintah terhadap hal ini belum kunjung ada, sebab masalah ini bukanlah hal yang baru terjadi bahkan sudah bertahun-tahun.

Ketua BPD tambahkan, yang pernah menjabat Camat Duripoku selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa jalan ini segera diperbaiki, bahkan Dia juga telah berjanji dalam masalah tersebut akan segera diperbaiki.

“Namun hingga saat ini janji tinggal janji dan hanyalah sebatas Syurga telinga buat masyarakat Kecamatan Duripoku, sampai Camat tersebut sudah pindah tugas namun masyarakat Kecamatan Duripoku masih mengantongi janji itu, terkhusus di Dua Desa tersebut Taranggi dan Tamarunang,” ungkap Saharuddin.

“Adapun beronjong karung yang berisikan meterial pasir dan kerikil itu adalah hasil Gotongroyong serta swadaya waraga masyarakat waktu banjir berapa tahun silam,” ucapnya.

Saharuddin tambahkan, seandainya tidak ada kerjasama dan swadaya masyarakat setempat membuat beronjong walaupun bahannya hanya dari karung, sudah lama Jembatan tersebut akan ambruk alias roboh.

Ketua BPD berharap, agar Pemerintah Daerah segera menangani dengan serius masalah ini, apabila lambat di tangani oleh Pemerintah maka jalan poros kecamatan penghubung antara Tiga Desa plus jembatannya pasti ludes ditelan dahsyatnya Abrasi Sungai Kuma.

KOMENTAR
Share berita ini :