Kendari, Metropol – Warga Desa Lalume Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara Sultra mengeluhkan adanya proyek tumpang tindih di desanya. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Desa Lalume yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Metropol Jumat (23/10) via selulernya.

“Banyak warga di sini yang menyesalkan proyek itu dianggarkan lagi melalui dana desa” ungkap sumber tersebut.

Dikatakan olehnya saat ini di desanya tengah dilaksanakan proyek perkerasan jalan sepanjang 650 meter yang sumber pembiayaan berasal dari dana desa. Proyek jalan tersebut dinilainya tidak tepat sasaran berhubung proyek pengaspalan pernah melalui jalan tersebut di tahun 2010.

“Masih banyak yang lain yang bisa dikerja pak, karena jalanan yang sekarang ini juga belum rusak, ” ujarnya lagi.

Senada dengan itu warga Desa lainnya yang mengaku bernama R kepada Metropol mengatakan Pemerintah Desa Lalume tidak aspiratif dalam menggunakan dana desa. Dikatakannya pengalokasian dana desa sekitar Rp 260 juta itu terkesan mubazir dan dikhawatirkan terdapat unsur Korupsinya.

“Kami khawatir itu disengaja sehingga bisa saja terjadi korupsi disana, ” ujarnya dibalik telepon.

Sementara itu sang Kepala Desa Sabaruddin tidak dapat dikonfirmasi sampai berita ini ditayangkan.

(MP-2 Sultra).

KOMENTAR
Share berita ini :