Medan, NewsMetropol – Jajaran Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut mengamankan 4 petugas Kimia Farma Laboratorium Rapid Antigen Lantai M di Bandara Kuala Namu Internasional Airport, Selasa (27/4).
Kanit 2 Subdit 4 Tipiter Krimsus Poldasu AKP Jeriko mengatakan keempat petugas Kimia Farma tersebut diamankan karena banyaknya keluhan calon penumpang terkait hasil pemeriksaan rapid antigen yang selalu positif.
Lanjut Jeriko, kronologis penangkapan keempat petugas Kimia Farma itu berawal saat anggota Krimsus Poldasu yang berpakaian sipil menyamar sebagai calon penumpang salah satu pesawat, melaksanakan test rapid antigen.
Selanjutnya para petugas krimsus mengisi daftar calon pasien untuk mendapatkan nomor antrian.
Kata dia, setelah mendapatkan nomor antrian maka petugas Krimsus dipanggil ke ruang pemeriksaan untuk diambil sampel yang dimasukkan alat tes rapid antigen kedalam kedua lubang hidung
“Setelah selesai pengambilan sampel maka petugas krimsus menunggu di ruang tunggu sambil menunggu hasil rapid antigen, berselang sekira 10 menit menunggu, hasil yang didapatkan positif,” ujarnya.
Mengetahui hasil pemeriksaan positif kata dia, selanjutnya terjadi perdebatan dan saling balas argumen antara kedua belah pihak.
“Maka diperiksa lah seluruh isi Ruangan Laboratorium Rapid Antigen dan para petugas Kimia Farma dikumpulkan,” ujarnya lagi.
Alhasil kata dia petugas Krimsus Poldasu mendapati barang bukti berupa ratusan alat yang dipakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel bekas dan telah didaur ulang.
“Menurut keterangan dari petugas Kimia Farma, yang ketakutan saat diinterogasi oleh petugas Krimsus Poldasu mengatakan alat yang digunakan untuk pengambilan sampel yang dimasukkan ke dalam hidung setelah digunakan, dicuci dan dibersihkan kembali dimasukkan kedalam bungkus kemasan untuk digunakan dan dipakai untuk pemeriksaan orang berikutnya,” jelas AKP Jeriko.
Untuk itu kata dia pihaknya membawa para petugas kimia farma tersebut berikut barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Adapun barang bukti yang diamankan adalah Komputer 2 unit, Mesin printer 2 unit, Uang kertas, Ratusan alat rapid test bekas yang sudah dicuci bersih dan telah dimasukkan kedalam kemasan, Ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum digunakan,” pungkasnya.
(Red)
