Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SP TKBM Drs. Yusron Effendy, SH saat memberikan sambutan pada pembukaan Rakernas I Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (SP-TKBM) di Hotel D’Arcici, Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (28/11).
Jakarta, NewsMetropol – Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (SP TKBM) Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, di Hotel D’Arcici, Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (28/11).
Dalam sambutannya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SP TKBM Drs. Yusron Effendy, SH mengatakan kesejahteraan buruh yang dipimpinnya masih dalam kondisi yang memprihatinkan.
Kata dia, kondisi itu disebabkan karena regulasi yang ada belum sepenuhnya dijalankan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Ironisnya kata Yusron, penghasilan sekira 2400 buruh TKBM yang dipimpinya tidak mencapai UMP DKI Jakarta.
“UMP Jakarta adalah 3,9 juta sementara penghasilan buruh hanya bisa mencapai 3,6 juta rupiah,” ujarnya.
Menurutnya, hal itu disebabkan karena TKBM hanya dapat bekerja selama 18 hari dalam sebulan dengan upah harian sebesar 190 ribu per hari.
Untuk itu Yusron bertekad akan memperjuangkan TKBM dapat diupah melalui sistem pengupahan sektoral maritim.
“Karena TKBM beda dengan buruh lain, kami tidak mengenal malam bahkan pada hari raya Idul Fitri saja kami hanya libur selam 1 shift. Selanjutnya pada shift ke dua TKBM kembali bekerja,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja Kota Jakarta Utara Dr. Dwi Kuncoro mengatakan tolok ukur kesejahteraan yang paling mendasar adalah terpenuhinya kebutuhan dasar yakni pangan, sandang dan papan.
Dia berharap seluruh kebutuhan dasarĀ buruh yang berafiliasi pada SP TKBM dapat terpenuhi.
Untuk diketahui dalam Rakernas I ini SP TKBM mengusung tema “Kesejahteraan Yang Berkeadilan Bagi TKBM Pelabuhan Indonesia Dalam Sistem Ekonomi Nasional”.
(M. Daksan)
