IMG-20210517-WA0130

Jakarta, NewsMetropol – Pemecatan terhadap semua direksi Kimia Farma Diagnostika oleh menteri BUMN, Eric Thohir mendapat dukungan dari banyak pihak, salah satunya dari Syarifuddin Daeng Punna Tokoh Masyarakat Sulsel.

Menurut Pria yang akrab disapa SAdAP ini, Eric Thohir telah mengambil Langkah yang tepat, setelah sebelumnya terjadi permainan oknum di Kimia Farma yang memanfaatkan situasi covid ini dengan memperjual belikan alat Rapid Antigen bekas, alias barang yang sudah terpakai.

“Saya secara pribadi mengapresiasi sikap pak Eric Thohir. Beliau bekerja untuk kemajuan bangsa ini dan membuktikan bahwa tidak ada kompromi dengan oknum-oknum korup ditubuh BUMN,” sebut SAdAP dalam rilisnya pada Senin (17/5).

Baca Juga:  137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD DKI Sahkan Perda P4GN dan Siapkan Dukungan BTT

Dirinya menilai, Eric Thohir telah memberikan pelajaran berharga, bahwa diatas tugas dan tanggungjawab yang diemban sebagai pemimpin adalah kemaslahatan, dan bagi pihak-pihak yang mencoba untuk melakukan korupsi apalagi di tubuh BUMN.

“Beliau tidak pandang bulu, dan berani memecat seluruh Direksinya yang berbuat curang. Sukses untuk pak Eric,” tutup SAdAP.

Diketahui, Menteri BUMN  memerintahkan pemecatan seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika (KFD). KFD sendiri merupakan anak usaha PT Kimia Farma Apotek, yang sahamnya dimiliki BUMN farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Perusahaan ini mengoperasikan jaringan lab-lab kesehatan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Cucu BUMN yang lebih dikenal dengan Kimia Farma Lab ini tercatat memiliki dua orang direksi.

Baca Juga:  Warga Perumahan Kertamukti Asri Residence Pawai Obor Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Pertama yakni direktur utama yang dijabat dijabat oleh Adil Fadilah Bulqini. Sosok direksi lainnya yakni Ilham Sabariman yang menempati posisi direktur keuangan, umum, dan SDM.

Keduanya ditunjuk sebagai direksi PT Kimia Farma Diagnostik sejak rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 12 Maret 2015.

(AJ/Red)

KOMENTAR
Share berita ini :