Barru, NewsMetropol – Era Reformasi telah melampaui Dua Dekade, ketika pembredelan terhadap kebebasan publik terbuka seiring pertanggungjawaban publik.
Meskipun saat ini, ditandai dengan Era New Normal sebagai pengingat dari masa mewabahnya Virus Corona, namun ada hal yang menarik untuk dicermati.
Ledakan komunikasi berbasis digital dan teknologi informasi, membuat asumsi publik tidak lagi berporos pada kebijakan pemilik kewenangan.
“Pertumbuhan issue dan wacana justru didominasi oleh kehadiran Profesi penulis dan penganalisis yang bertebaran di ruang media sosial, Dua diantaranya adalah Profesi Pewarta dan Aktivis LSM, yang memberi warna bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Barru,” urai Ardi Susanto, Kepala Bidang Humas, Informasi dan Komunikasi Publik Pemda Barru, pada Ahad (2/5).
Ia menukil banyak peristiwa dan berita yang melibatkan insan pers dan aktivis LSM sebagai influencer di tengah jagad maya dan opini publik.
Menariknya, Kabid di Diskominsta Barru ini menganggap keduanya sebagai Dua Keping Kebaikan Barru yang dimasa pandemi justru menyatu menunjukkan kedewasaan sebagai mitra Pemda dalam bersama memenangkan perang melawan Pandemi C-19.
“Teman-teman berhasil sebagai tool of social control sekaligus volunter education public di Masa Pandemi, entah bagaimana laju wabah ini sekiranya media dan relawan LSM tidak terlibat dan jadi penghambat, namun lihatlah, kita bersinergi, Yassiberrui,” tukasnya dengan bangga atas sinergitas harmoni yang terbangun.
Apalagi, kebersamaan Insan Pers dan Aktivis LSM yang selalu terlihat beriringan baik di waktu luang maupun diskusi publik di media sosial, membuat mimpi Barru Lebih Baik, mewujud.
“Mereka adalah akselerator untuk lebih Maju dan Sejahtera, kedewasaan memahami untuk menopang kepemimpinan yang kuat ditopang kebebasan bertanggung jawab, membuat kehadiran keduanya patut diacungi jempol, sebab tanpa mereka, Mimpi Barru lebih Baik, Bak Sayur Tanpa Garam,” tutupnya.
(Ahkam)
