Deprecated: Fungsi is_staging_site tidak berlaku lagi sejak versi 3.3.0! Gunakan in_safe_mode sebagai penggantinya. in /home3/news2652/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
Celoteh Pribumi, Open Turnamen Cemindo Cup Ricuh - News Metropol
Deprecated: Fungsi is_staging_site tidak berlaku lagi sejak versi 3.3.0! Gunakan in_safe_mode sebagai penggantinya. in /home3/news2652/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078

Deprecated: strpos(): Passing null to parameter #1 ($haystack) of type string is deprecated in /home3/news2652/public_html/wp-content/plugins/latest-posts-block-lite/src/fonts.php on line 50

Tampak keadaan ricuh saat turnamen Cemindo Cup berlangsung.

Lebak, Metropol – Gara-gara muncul celoteh kata pribumi, open turnamen Cemindo Cup terpaksa dihentikan akibat timbulnya kericuhan saat pertandingan final antara PPC-FC dari Kecamatan Panggarangan dengan BMC Klub dari Kecamatan Bayah yang berlangsung di Lapangan Merdeka Bayah, Senin (13/11).

Berdasarkan pantauan wartawan kericuhan dipicu insiden kartu merah yang diberikan wasit kepada salah satu pemain belakang Tim PPC-FC yang bernomer punggung 2 memprotes keputusan wasit dengan cara mendorong wasit hingga terkapar.

Diawali dari insiden tersebut, sejumlah penonton dan Tim Opesial mulai tersulut emosi berhamburan masuk ke lapangan ketika melihat wasit menjadi sasaran para pemain, kemudian sejumlah Anggota Polsek Bayah dan Brimob sebagai pengamanan jalannya pertandingan segera mengamankan wasit. Keributan sempat meluas karena terpancingnya emosi dari suporter BMC, namun dapat diredam meski ditandai dengan tembakan peringatan sebanyak 4 kali.

Sementara itu, Ketua Tim Opesial PPC-FC, Eli Suheli melalui pengeras suara panitia menyampaikan, pihaknya mendatangkan pemain berkelas nasional dengan tujuan untuk memeriahkan turnament Cemindo Cup guna menghibur masyarakat. Namun akibat insiden tersebut Eli mengaku kecewa karena wasit telah mengintervensi pemainnya, sehingga sebagai pertimbangkan keamanan, akhirnya panitia diminta agar tidak melanjutkan permainan.

“Kami mendatangkan para pemain yang bertarap nasional karena mereka tau aturan permainan. Tapi apa maksudnya? Wasit mengintervensi pemain dengan berbicara jangan main kasar, ini main sama pribumi,” ungkapnya.

Eli mengungkapkan, pihaknya telah menghabiskan biaya sebesar Rp.70 juta demi memeriahkan kegiatan Cemindo Cup. Dia juga mengatakan, tidak akan bertanggungjawab jika permainan diteruskan berjalan tidak kondusip, mengingat pihak keamanan tidak bisa menjamin terhadap keamanan jalannya pertandingan.

Sementara Kapolsek Bayah, AKP Sadimun selaku Ketua Panitia menyampaikan permohonan maaf atas terjdinya insiden tersebut, sehingga ada ketidakpuasan atas penyelenggaraan turnamen Cemindo Cup. Namun, lanjutnya, hal ini akan dijadikan bahan evaluasi agar lebih baik.

Sadimun juga mengatakan, karena Tim PPC mengundurkan diri, maka pihak panitia menyerahkan tropi piala tetap dan piala bergilir diberikan kepada Club BMC.

Sedangkan ditempat berbeda salah satu Tim Opesial dari PPC-FC menyampaikan kepada wartawan, berdasarkan informasi pihak panitia mengenai keputusan pemberian hadiah sedang di musyawarahkan pihak panitia.

(Firm/PZ4)

KOMENTAR
Share berita ini :