Donggala, Metropol – Pemerintah Kabupaten Donggala mulai tahun 2016 ini akan memperketat absen kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala. Ketegasan tersebut dilakukan setelah rencana pemerintah Republik Indonesia (RI) akan merumahkan satu juta ASN di seluruh Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa, SH di depan pejabat utama Polres Donggala saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pengamanan dan Sinergitas Menjelang Bulan Ramadhan 1437 Hijriah di aula Rupatama Polres Donggala, Minggu (3/6).

Menurut Kasman Lassa, informasi tentang merumahkan satu juta  ASN disampaikan saat dirinya bertemu Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Mulai saat itulah dirinya mulai memperketat absen kepada ASN di jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Badan Kepegawaian Derah (BKD) Donggala.

“Akhir tahun ini kami akan memeriksa absen ASN di jajaran pemerintah Kabupaten Donggala, jika ada ASN dalam absennya malas melaksanakan tugas dimana saja dia di tugaskan kami segera akan mengusulkan nama ASN tersebut ke BKN untuk memenuhi kouta satu juta pegawai yang akan dirumahkan tahun 2017 mendatang,” tegas  Kasman Lassa.

Selain pegawai yang tidak loyal lanjut Bupati Donggala, Ia juga akan mengusulkan ASN yang “nakal”, membangkang dan mental yang kurang baik termasuk mental yang dibuat- buat oleh ASN semuanya akan diusulkan kepada BKN untuk segera diberhentikan sebagai ASN di jajaran pemerintah Kabupaten Donggala kepada BKN, ucapnya.

Terkait dengan pemberian pesangon kepada ASN yang akan  dirumahkan, Bupati Donggala telah mencatat nama-nama ASN mulai  dari pejabat dan staf yang diberi tugas namun tidak dilaksanakan tugas tersebut dengan berbagai alasan.

“Lebih baik diberi ucapan terima kasih itu disampaikan dari BKN, daripada tidak loyal dalam menjalankan tugas sebagai ASN, karena kebijakan ini dikeluarkan oleh pemerintah RI bukan kebijakan pemerintah daerah,” tutur Kasman Lassa.

Dengan kebijakan tersebut,  pemerintah Republik Indonesia masih memiliki 3,5 juta ASN yang akan kembali disaring untuk memenuhi kemampuan kerja yang maksimal.

(Robby)

KOMENTAR
Share berita ini :