Bripda Idul

Baharuddin sang sopir angkot ayah dari Bripda Idul Anugrah yang lulus tes polisi pada tahun 2016 lalu dan baru saja menyelesaikan pendidikannya, dalam acara penandatanganan pakta integritas, peserta seleksi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun 2017, di Aula Poltekes Kemenkes Kendari, Senin (17/4).

Kendari, Metropol – Dihadapan ribuan peserta yang mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri yang didampingi orang tua/wali, Bripda Idul Anugrah memberikan motivasi dan testimoninya saat mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri Tahun 2016 lalu.

Idul merupakan Brigadir Polisi yang baru saja menyelesaikan pendidikannya selama 7 Bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Anggotoa, Wawotobi, Kabupaten Konawe.

Idul menceritakan bagaimana Ia bersusah payah mengikuti tes hingga tiga kali berturut-turut sejak 2014 lalu. Menjadi anggota Polri merupakan cita-citanya sejak dulu, namun, dengan keterbatasannya Idul berhasil membungkam semua orang yang menganggap remeh dirinya.

Baca Juga:  Hari Kedua, Polsek Bayah Bersama Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian Satu Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Goa Langir Sawarna

“Dulu semua orang bilang, kalau tidak ada uang mu jangan mi ikut tes, namun saya berhasil lulus murni Brigadir Polisi,” kata Idul disambut haru para orang tua/wali dalam acara penandatanganan pakta integritas peserta seleksi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun 2017, di Aula Poltekes Kemenkes Kendari, Senin (17/4).

Selain dirinya, Idul didampingi ayah tercintanya Baharuddin yang sehari-hari bekerja sebagai supir angkot sejak Tahun 1997. Baharuddin meyakinkan para orang tua bahwa anaknya lulus murni pada saat tes polisi tanpa menggelontorkan uang ratusan juta seperti stigma masyarakat saat ini.

“Saya hanya supir angkot, dimana saya mau dapat uang sampai sebanyak itu, anak saya lulus murni Bapak-Ibu,” pungkas Baharuddin.

Baca Juga:  Puluhan Penambang di Gunung Pongkor Bogor Keracunan Gas, Polisi Klarifikasi Simpang Siur Jumlah Korban

(RA-MD)

KOMENTAR
Share berita ini :