Koordinator Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan (AP3) Sahbudin saat menyerahkan berkas dokumentasi dugaan perselingkuhan ZU kepada Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati, di kantornya, Jum’at (2/2).
Mataram, NewsMetropol – Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan (AP3) medatangi Kantor BKPSDM Kota Mataram, Jum’at (2/2) kemarin.
Di Kantor BKPSDM itu, AP3 menuntut agar oknum guru sekaligus Kepala Sekolah SDN 7 MataramĀ dipecat dari jabatannya.
Aksi ini dilatarbelakangi adanya informasi bahwa oknum Kepala Sekolah yang berinisial ZU itu diduga telah melakukan tindak asusila yakni melakukan perselingkuhan dengan beberapa pria.
Perilaku asusila sang oknum itu dinilai telah mencoreng dunia pendidikan yang selama ini dia geluti.
Oleh karena itu, Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan berpendapat oknum guru itu telah melanggar etika moral sehingga sepantasnya dipecat karena seorang guru dan kepala sekolah seharusnya membuat contoh yang benar.
Menanggapi aksi AP3 itu, Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan, bahwa pihak BKPSDM Kota Mataram hanya mengurusi masalah administrasi sehingga aksi ini dianggap salah sasaran.
“Kami disini hanya mengurus masalah administrasi dan ini kami anggap aksi ini sebagai aksi salah sasaran. Seharusnya demo ini ke polda,” ujar Kepala BKPSDM Kota Mataram saat di audience.
Meskipun demikian kata dia, pihaknya memberikan perhatian terhadap permasalahan asusila tersebut.
“Kami tidak menganggap remeh masalah ini karena kita harus melakukan kajian karena kita bisa di PTUN kan jika salah memberikan klarifikasi,” tambahnya.
Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum mengambil langkah karena pihak kepolisian belum memiliki bukti yang cukup untuk melakukan langkah lebih lanjut dalam kasus perselingkuhan oknum kepala sekolah tersebut.
Pada kesempatan itu, perwakilan massa aksi menyerahkan bukti-bukti perselingkuhan oknum kepala sekolah tersebut dengan harapan bisa menjadi pertimbangan oleh BKPSDM dalam mengambil langkah-langkah selanjutnya.
(Rahmat/Amrin)
