Aksi unjuk rasa massa LSM Pemantau Lingkungan Hidup dan Lembaga Studi Analisis dan Pemerhati Lingkungan di Perempatan Tugu Religius Kendari.

Kendari, Metropol – LSM Pemantau Lingkungan Hidup (PALHI) dan Lembaga Studi Analisis dan Pemerhati Lingkungan (LESTARI) menuding aktivitas PT Permata Persada di Kabupaten Konawe Utara diduga ilegal. Pernyataan tersebut dilontarkan saat puluhan massa dari kedua LSM itu melaksanakan aksi unjuk rasa di Perempatan Tugu Religius Kendari, Rabu (08 /03) kemarin.

Ketua LSM PALHI Alfian Tajuddin dalam orasinya mengatakan, aktivitas PT Permata Persada tidak mengikuti peraturan yang berlaku sebagaimana dalam Undang – Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.

Menurutnya, aktivitas PT Permata Persada yang melakukan kegiatan bongkar muat ore nikel diatas kawasan taman wisata bawah Laut Teluk Lasolo Kabupaten Konawe Utara adalah bentuk pembangkangan terhadap peraturan perundang-undangan yang ada.

Lanjut Alfian Tajudin, begitupula proses perizinan pelabuhan atau terminal khusus harus melewati beberapa proses seperti rekomendasi kesesuaian RT/RW Kabupaten maupun Provinsi.

“Namun anehnya hingga kini PT Permata Persada belum diberikan rekomendasi penetapan wilayah oleh Bupati Konut maupun Gubernur Sulawesi Tenggara dalam hal ini Nur Alam yang dikarenakan bertentangan dengan Undang- Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservaasi Sumber Daya Alam,” beber Alfian.

Dia menambahkan, meskipun PT Permata Persada belum mengantongi rekomendasi yang diamanahkan undang-undang namun perusahaan tersebut terkesan tidak  menghiraukan aturan yang berlaku sehingga tetap saja melakukan aktivitas bongkar muat di kawasan Taman Wisata Bawah Laut Teluk Lasolo. Atas pembangkangan tersebut pihaknya akan mendesak Pemerintah Provinsi  Sulawesi Tenggara dan Kepolisian untuk menindak perusahaan nakal itu.

“Kami akan mendesak pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra untuk segara melakukan pemberhentian terkait aktivitas PT Permata Persada. Juga mendesak Kapolda Sultra untuk segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran pidana PT Permata Persada  terhadap Undang – Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi,” pungkasnya.

(Andry/MD)

KOMENTAR
Share berita ini :